Jakarta - Hansi Flick, pelatih Barcelona, mengungkapkan bahwa kondisi fisik para pemainnya tidak berada dalam keadaan terbaik saat timnya mengalami kekalahan dari Paris Saint-Germain. Flick menyayangkan adanya gangguan dalam persiapan tim sebelum pertandingan.
Pertandingan besar Liga Champions antara PSG dan Barcelona berlangsung di Parc des Princes pada Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Barcelona harus menerima hasil buruk dengan kalah 2-4 dari juara bertahan tersebut. Flick menjelaskan bahwa para pemain Barcelona tidak tampil segar, meskipun ia tidak menggunakan istilah lelah untuk menggambarkan kondisi mereka, yang disebabkan oleh persiapan yang tidak maksimal.
Gangguan Persiapan Tim
Persiapan Barcelona sebelum melawan PSG terganggu oleh situasi yang tidak terduga. Setelah meraih kemenangan atas Real Betis di LaLiga pada Sabtu (17/10/2026), skuad Barcelona seharusnya terbang kembali dari Sevilla ke Barcelona pada malam yang sama. Namun, cuaca buruk mengakibatkan pesawat yang membawa tim tidak mendapatkan izin terbang.
Akibatnya, skuad Barcelona terpaksa menginap di Sevilla dan baru dapat kembali pada hari Minggu (18/10/2026). Keadaan ini memaksa Flick untuk mengubah jadwal latihan tim menjelang pertandingan melawan PSG. Awalnya, Barcelona direncanakan berlatih di kompleks latihan Joan Gamper pada hari Minggu, tetapi dengan perubahan jadwal tersebut, para pemain hanya menjalani sesi pemulihan ringan tanpa berlatih di lapangan.
Pentingnya Belajar dari Kekalahan
"Semua orang tahu apa yang terjadi setelah kemenangan atas Betis, jadi itu bukan pemulihan yang sempurna. Ini bukan alasan atau pembelaan, hanya agar kalian memahami mengapa kami mungkin tidak berada di level terbaik," jelas Flick.
Flick menambahkan, "Namun, level permainan kami tadi cukup baik. Kami harus belajar dari pertandingan ini. PSG menciptakan banyak peluang, dan Joan Garcia tampil luar biasa di bawah mistar gawang kami, tetapi kami juga memiliki kesempatan. Kami harus memanfaatkannya. Inilah yang saya lihat dari PSG hari ini."
Ia juga menekankan, "Tapi Anda tidak menjadi juara di bulan Oktober. Anda menjadi juara Liga Champions di bulan Juni. Beginilah cara kami ingin melakukannya." Kekalahan ini menghentikan rekor sempurna Barcelona di awal musim 2026/27, di mana sebelumnya mereka berhasil meraih 11 kemenangan berturut-turut di semua kompetisi.