Kemenangan Borneo FC atas Tainan City FC dengan skor 3-1 di AFC Challenge League 2026-2027 belum sepenuhnya menyelesaikan masalah yang menghinggapi tim Pesut Etam. Meskipun berhasil membalikkan keadaan dan melaju ke babak perempat final, pelatih Mauro Jeronimo masih harus menghadapi tantangan dalam hal efektivitas penyelesaian akhir.
Analisis Permainan Borneo FC
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, menilai bahwa Borneo FC sebenarnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, dominasi yang ditunjukkan belum diimbangi dengan ketajaman dalam memanfaatkan peluang yang ada. “Laga yang pantas dimenangkan oleh Borneo terutama kalau melihat permainan mereka di babak kedua bahkan bisa dibilang 2x45 menit mereka menguasai pertandingan," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tim sering mengalami kesulitan dalam mencetak gol di awal pertandingan, seperti yang terlihat pada laga-laga sebelumnya. “Namun, seperti biasa tim mengalami kesulitan bikin gol di awal-awal pertandingan seperti di laga sebelumnya karena finishing yang tidak bagus,” lanjutnya. Penilaian ini muncul setelah Borneo FC harus berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan setelah kebobolan pada menit ke-11.
Pentingnya Penyelesaian Akhir
Menurut Gita, masalah utama yang dihadapi Borneo FC bukan terletak pada kemampuan membangun serangan, tetapi pada ketepatan dalam menyelesaikan peluang. Ia mengingatkan bahwa lawan-lawan di kompetisi domestik memiliki kemampuan untuk menghukum setiap kesalahan yang terjadi. “Terlepas orang mengatakan lawannya kubu Taiwan, klub ini sempat merepotkan Madura United, pernah mengalahkan Dewa United juga dan Borneo itu bukan sebuah tim yang memiliki pengalaman di Asia," jelasnya.
Gita juga menyoroti bahwa di babak pertama, Borneo FC menciptakan sembilan peluang, tetapi hanya dua di antaranya yang tepat sasaran. “Pekerjaan rumah untuk pelatih baru Borneo bagaimana menyelesaikan peluang. Menghadapi lawan-lawan berat seperti di kompetisi domestik, mereka benar-benar harus menuntaskan peluang untuk menjadi gol,” imbuhnya.
Catatan tersebut menunjukkan perlunya peningkatan akurasi serangan agar Borneo FC dapat mengubah dominasi permainan menjadi keunggulan di papan skor, terutama saat menghadapi tim yang memberikan sedikit ruang.
Performa di Kompetisi Domestik
Gita mengaitkan masalah penyelesaian akhir dengan perjalanan Borneo FC di awal musim Super League 2026-2027. Dari lima pertandingan yang telah dilalui, tim mengalami tiga kekalahan, yang menunjukkan bahwa permainan menyerang mereka belum konsisten. “Sudah tiga kali mengalami kekalahan dan tiga-tiganya melawan tim besar seperti Persija Jakarta, Dewa United, dan juga Java United yang perlahan naik ke atas," tambahnya.
Ia juga mencatat bahwa perubahan komposisi tim akibat kedatangan pemain baru membuat tim membutuhkan waktu untuk menemukan keseimbangan dalam permainan. “Jadi kendalanya bukan lagi seperti Fabio Lefundes yang bisa membawa Borneo ke 11 kemenangan beruntun. Ada perubahan susunan tim, pemain baru datang yang membuat lama berkembang,” ujar Gita.
Perubahan dalam susunan pemain menjadi tantangan tersendiri bagi Mauro Jeronimo, yang harus membangun keselarasan antarlini dan memperbaiki efektivitas serangan agar Borneo FC dapat bersaing secara konsisten.
Potensi untuk Berkembang
Meskipun masih terdapat beberapa kekurangan, Gita melihat potensi Borneo FC untuk berkembang. Keberhasilan mereka melaju dari babak penyisihan Grup D AFC Challenge League 2026-2027 menjadi modal positif bagi tim yang sedang dalam proses penyesuaian. “Tim ini menjanjikan dan setidaknya kalau untuk sementara sampai bulan Maret mereka hanya akan main di tiga kompetisi karena sudah lolos ke semifinal AFC Challenge League dan partai gugur akan diselenggarakan bulan Maret mendatang,” pungkasnya.
Selama jeda menuju babak perempat final kompetisi klub Asia, Borneo FC kini memiliki kesempatan untuk mengevaluasi performa mereka sebelum menghadapi tantangan selanjutnya.