Logo
Olahraga Lain

Crawford Menilai Floyd Mayweather Jr sebagai Raja Pertahanan dalam Tinju

Terence Crawford memberikan pandangannya tentang dua legenda tinju, Floyd Mayweather Jr. dan Pernell Whitaker, menilai Mayweather sebagai pemilik pertahanan terbaik dalam sejarah olahraga ini.

C
Citra Erwana
07 July 2026 27 pembaca
Floyd Mayweather Jr
Floyd Mayweather Jr

Dalam dunia tinju, Terence Crawford mengungkapkan pendapat menarik mengenai dua tokoh legendaris yang dikenal karena kemampuan bertahan mereka, yaitu Floyd Mayweather Jr. dan Pernell "Sweet Pea" Whitaker. Crawford berpendapat bahwa meskipun keduanya sulit untuk dipukul, Mayweather layak mendapatkan gelar sebagai pemilik pertahanan terbaik dalam sejarah tinju.

Floyd Mayweather mengakhiri karier profesionalnya dengan catatan mengesankan, yakni 50 kemenangan tanpa mengalami kekalahan. Selama kariernya, ia berhasil meraih gelar juara dunia di lima divisi yang berbeda dan hampir tidak pernah berada dalam situasi berbahaya berkat kemampuan defensifnya yang luar biasa.

Perbandingan Gaya Bertahan

Sebelum hadirnya Mayweather, banyak pengamat tinju yang menganggap Pernell Whitaker sebagai standar emas dalam hal pertahanan. Mantan juara dunia di empat divisi ini dikenal memiliki refleks yang sangat cepat, gerakan kepala yang lincah, serta kemampuan untuk menghindari serangan lawan dengan sangat efektif. Namun, menurut Crawford, Mayweather memiliki keunggulan yang membuatnya lebih unggul dibandingkan Whitaker.

"Saya rasa Floyd memiliki pertahanan terbaik dalam sejarah tinju. Menurut saya, dia lebih baik daripada Sweet Pea karena lebih jarang terkena pukulan," ungkap Crawford. Ia melanjutkan dengan menjelaskan perbedaan antara gaya bertahan kedua petinju tersebut.

"Sweet Pea memang memiliki gerakan kepala yang lebih aktif sehingga sangat piawai menghindari pukulan dan membuat lawan meleset. Namun Floyd berbeda. Saat bertahan, dia bisa langsung membuat lawannya membayar mahal dengan counter punch, menangkap serangan, menghindar, lalu membalas dengan pukulan yang tidak terlihat datangnya. Di situlah Floyd benar-benar menjadi master. Prinsipnya adalah memukul tanpa terkena pukulan," tambahnya.

Statistik dan Warisan

Pandangan Crawford sejalan dengan statistik yang mencerminkan karier Floyd Mayweather Jr. Dalam 50 pertarungan profesional, petinju yang dikenal dengan julukan "Money" ini tidak pernah mengalami knockdown resmi dan hanya beberapa kali menerima pukulan bersih yang benar-benar membahayakan. Salah satu momen paling berisiko terjadi saat ia menghadapi Shane Mosley pada tahun 2010, di mana Mayweather sempat diguncang oleh pukulan keras di ronde kedua. Namun, ia mampu pulih dengan cepat, menghindari serangan berikutnya, dan mengambil alih jalannya pertandingan hingga meraih kemenangan mutlak melalui keputusan juri.

Di sisi lain, Pernell Whitaker tetap dikenang sebagai salah satu petinju defensif terbaik sepanjang masa. Gaya bertahannya yang mengandalkan refleks, kelincahan, dan gerakan tubuh telah menjadi inspirasi bagi banyak petinju generasi selanjutnya, termasuk Crawford sendiri. Sebagai petinju yang juga dikenal mampu bertarung baik dalam posisi orthodox maupun southpaw, Crawford memiliki pemahaman yang mendalam mengenai aspek teknis pertahanan. Oleh karena itu, penilaiannya terhadap Floyd Mayweather Jr. dan Whitaker menjadi pandangan yang menarik dalam diskusi mengenai siapa yang memiliki pertahanan terbaik dalam sejarah tinju.

Artikel Terkait