Jakarta - Cristian Chivu mengungkapkan bahwa menjalani profesi sebagai pelatih bukanlah hal yang mudah. Ia menekankan bahwa peran tersebut tidak mengubah dirinya secara pribadi. Chivu memulai kariernya sebagai pelatih kepala di level profesional pada bulan Februari 2025 dengan menangani Parma, sebelum kemudian melatih Inter Milan pada musim panas 2025.
Pada musim pertamanya bersama Inter, Chivu berhasil mempersembahkan gelar Scudetto dan Coppa Italia. Hingga saat ini, performa Inter di musim 2025/2026 tetap mengesankan.
Kesadaran Diri sebagai Pelatih
Pria asal Rumania ini menyadari bahwa ada saatnya ia harus mundur dari posisinya sebagai pelatih. Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk berhenti akan diambil ketika dirinya merasa sudah berubah. "Ini adalah dunia yang dapat mengubah cara Anda memandang hal-hal tertentu, dan ada risiko Anda harus mengenakan topeng untuk menyembunyikan jati diri Anda yang sebenarnya di saat-saat tertentu," ujar Chivu dalam podcast Cronache di Spogliatoio.
Chivu menambahkan, "Saya tidak suka melakukan itu, dan ketika saya terlalu terlibat dalam hal-hal seperti itu, saat itulah saya akan mengatakan cukup. Saya tidak memikirkan masa depan, tetapi ingin menikmati apa yang saya alami hari ini, tanpa memberi diri saya batasan karier lima, 10, atau 20 tahun. Saya akan berusaha untuk tidak mengenakan topeng-topeng itu."
Perubahan yang Terlihat
Chivu juga menyebutkan bahwa ia mulai melihat uban di rambutnya, yang merupakan dampak dari pekerjaannya sebagai pelatih. "Saya sudah memiliki pengalaman satu setengah tahun sebagai pelatih Serie A, beberapa uban sudah bertambah, tetapi tidak ada yang berubah dari diri saya. Saya memiliki semangat dan ambisi yang sama, saya percaya saya masih orang yang sama," tegas Chivu.
Dengan semangat yang terus menyala, Chivu berkomitmen untuk tetap menjadi dirinya sendiri meskipun tantangan sebagai pelatih terus menghadang.