Daniel Dubois sukses meraih gelar juara dunia kelas berat untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Fabio Wardley dengan penghentian wasit pada ronde ke-11 dalam pertarungan yang berlangsung di Co-Op Live Arena, Manchester, Inggris, pada hari Sabtu waktu setempat. Pertarungan ini dimulai dengan intensitas tinggi sejak ronde pertama.
Fabio Wardley memulai laga dengan sangat baik, berhasil menjatuhkan Dubois ke kanvas hanya beberapa detik setelah bel dibunyikan. Kedua petinju telah berkomitmen untuk tampil agresif, sehingga pertarungan ini berkembang menjadi salah satu duel kelas berat yang paling brutal dan berdarah dalam beberapa tahun terakhir. Wardley kembali memberikan kesulitan bagi Dubois dengan mencetak knockdown kedua di ronde ketiga melalui pukulan kanan yang keras, membuat Dubois terhuyung-huyung.
Perjuangan dan Kebangkitan Dubois
Sebagai juara bertahan dan favorit, Fabio Wardley mendapatkan dukungan besar dari publik Inggris sepanjang pekan menjelang pertarungan. Perjalanan kariernya dari petinju white-collar hingga menjadi juara dunia menjadi sorotan utama. Namun, Daniel Dubois perlahan-lahan mulai bangkit dari tekanan yang diberikan oleh Wardley. Pengalaman petinju berusia 28 tahun ini mulai terlihat ketika ia mengandalkan jab kiri yang sebelumnya menjadi senjata kunci saat mengalahkan Anthony Joshua pada tahun 2024.
Jab kiri Dubois mulai merusak pertahanan Wardley, yang mengakibatkan hidung Wardley berdarah dan mengalir sepanjang pertarungan, membasahi kanvas serta tubuh kedua petinju dan wasit Howard Foster. Meskipun terus menerima tekanan, Fabio Wardley berusaha membalas dengan pukulan kanan keras di beberapa ronde tengah. Namun, mata kanan petinju berusia 31 tahun itu mulai membengkak akibat kombinasi pukulan Dubois.
Penutupan Pertarungan
Pertarungan berlangsung dengan tempo yang sangat tinggi, di mana kedua petinju saling bertukar pukulan tanpa banyak bertahan. Penonton yang memenuhi arena beberapa kali berdiri menyaksikan duel yang keras ini hingga ronde-ronde akhir. Daniel Dubois mulai mengambil alih kendali pertarungan saat kombinasi pukulannya memaksa Wardley terdesak ke tali ring. Meskipun terlihat hampir roboh, Wardley terus berjuang dan mencoba membalas setiap serangan dari lawannya.
Namun, pada ronde ke-11, wasit Howard Foster akhirnya menghentikan pertarungan setelah melihat Wardley terjebak di pojok ring dan menerima terlalu banyak pukulan tanpa balasan yang berarti. Kemenangan ini menjadikan Daniel Dubois sebagai juara dunia kelas berat untuk kedua kalinya dalam kariernya dengan rekor 23 kemenangan dan tiga kekalahan, termasuk 22 kemenangan melalui KO. Promotor terkenal Frank Warren menyebut pertarungan ini sebagai yang terbaik dalam sejarah kelas berat yang pernah ia gelar. Warren juga mengungkapkan adanya klausul pertandingan ulang dalam kontrak kedua petinju. Meskipun rematch diperkirakan akan dilaksanakan, kedua petinju kemungkinan memerlukan waktu pemulihan yang cukup panjang mengingat kerasnya duel yang mereka jalani di Manchester.