Logo
Olahraga Lain

Dave Allen: Tyson Fury Lebih Menantang Dibanding Oleksandr Usyk

Dave Allen memberikan pandangannya mengenai Tyson Fury dan Oleksandr Usyk, menyatakan bahwa Fury memiliki tantangan yang lebih besar saat berlatih bersamanya dibandingkan Usyk.

D
Dyah Entenopo
11 July 2026 25 pembaca
Tyson Fury dan Oleksandr Usyk
Tyson Fury dan Oleksandr Usyk

Dalam dunia tinju, Dave Allen memberikan penilaian yang menarik tentang dua petinju terkemuka di divisi kelas berat saat ini, Tyson Fury dan Oleksandr Usyk. Meskipun banyak pengamat menganggap Usyk sebagai petinju kelas berat terbaik dalam beberapa tahun terakhir, Allen merasa bahwa Fury memberikan kesan yang lebih mengesankan ketika keduanya berlatih bersama.

Allen pernah berperan sebagai rekan sparring Usyk pada tahun 2020, saat petinju asal Ukraina tersebut bersiap menghadapi Derek Chisora. Usyk, yang sebelumnya mendominasi divisi kelas penjelajah, sedang beradaptasi dengan kelas berat, dan Allen dipilih untuk membantu persiapannya. Secara keseluruhan, Allen mengaku telah berbagi ring dengan Usyk sebanyak lima kali, di mana ia menyaksikan langsung kualitas teknik, kecepatan, kecerdasan, serta mental bertarung dari mantan juara dunia di dua divisi tersebut. Usyk baru-baru ini juga melepaskan tiga sabuk juara dunia kelas berat sebagai bagian dari fase akhir kariernya.

Pilihan Allen: Tyson Fury di Atas Usyk

Namun, ketika diminta untuk menyebutkan petinju terbaik yang pernah menjadi lawan sparringnya, Allen justru memilih Tyson Fury. Ia berpendapat bahwa Fury berada pada level yang berbeda saat mereka pertama kali berlatih bersama pada tahun 2015, beberapa bulan sebelum Fury mengejutkan dunia dengan mengalahkan Wladimir Klitschko dan merebut gelar juara dunia kelas berat. "Dari semua petinju yang pernah berbagi ring dengan saya, berdasarkan pengalaman pribadi, saya menempatkan Fury di atas Oleksandr Usyk. Mungkin itu juga dipengaruhi gaya bertarung," ungkap Allen melalui media sosialnya.

Kelebihan Fury yang Menonjol

Allen menjelaskan bahwa postur tubuh Fury yang besar, dikombinasikan dengan kelincahan yang luar biasa, membuatnya sulit untuk dijangkau. "Saat saya sparring dengan Tyson pada 2015, dia nyaris tidak bisa disentuh. Tubuhnya besar, tetapi pergerakannya sangat atletis sehingga saya benar-benar kesulitan mendekatinya. Ketika kami kembali sparring pada 2018, tubuhnya lebih berisi dan pukulannya juga jauh lebih keras," jelasnya.

Meski demikian, Allen menegaskan bahwa penilaiannya murni berdasarkan pengalaman pribadi selama latihan dan bukan sebagai perbandingan mutlak mengenai siapa yang lebih baik di antara keduanya. Sementara itu, Tyson Fury dijadwalkan untuk kembali bertanding pada akhir bulan ini melawan veteran asal Polandia, Mariusz Wach, di Max Muaythai Stadium, Pattaya, Thailand. Pertarungan ini diproyeksikan sebagai pemanasan sebelum Fury menghadapi Anthony Joshua yang telah lama dinantikan pada akhir tahun ini.

Artikel Terkait