Rexy Mainaky menegaskan bahwa disiplin merupakan elemen fundamental dalam mencetak pemain bulu tangkis berkualitas tinggi. Ia sepenuhnya mendukung pendekatan tegas yang diambil oleh Datuk Seri Lee Chong Wei terkait masalah ini. Dalam pernyataannya, Rexy menyatakan bahwa disiplin tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang atlet.
Dalam kesempatan yang berlangsung di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) pada hari Jumat, Rexy menyampaikan bahwa Lee Chong Wei, selaku ketua komite kinerja BAM, telah mengambil langkah yang tepat untuk mendorong para atlet nasional agar mematuhi peraturan yang ada. "Chong Wei telah berbicara tentang disiplin pemain dan saya tidak hanya setuju 100 persen, saya mendukungnya 10.000 persen," ujarnya.
Disiplin dalam Kehidupan Sehari-hari
Rexy menambahkan bahwa disiplin tidak hanya berlaku dalam dunia olahraga, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, bisnis, dan berbagai bidang lainnya. Ia mengingatkan bahwa untuk tim nasional bisa bersaing di level tertinggi, disiplin harus dijunjung tinggi. "Chong Wei menekankan bahwa disiplin harus dijunjung tinggi jika tim nasional ingin kembali bersaing di level tertinggi," kata Rexy.
Lebih lanjut, Rexy menjelaskan bahwa disiplin bukan sekadar pemain mengikuti instruksi pelatih, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan tanggung jawab mereka sebagai atlet bulu tangkis nasional. Ia mengamati bahwa beberapa pemain muda terkadang terjebak dalam gaya hidup mereka dan melupakan bahwa mereka berada di bawah pengawasan publik. "Para pemain masih muda dan terkadang mereka lupa, jadi tugas kita adalah terus mengingatkan mereka," ungkap Rexy.
Pentingnya Penegakan Disiplin
Rexy mengingatkan bahwa setelah bergabung dengan BAM, para pemain tidak lagi dianggap sebagai individu biasa, karena setiap tindakan mereka akan diperhatikan oleh masyarakat. "Bahkan di rumah pun ada aturan dan disiplin. Jadi ketika Anda berada di tim nasional, tentu saja ada pedoman yang harus diikuti. Ini bukan tempat untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan hanya karena mereka pemain nasional," tegasnya.
Ia juga menunjukkan bahwa di beberapa negara, terdapat hukuman berat bagi atlet yang melanggar disiplin, namun BAM memilih pendekatan yang lebih mendidik. "Kami belum sampai pada tahap di mana pemain yang terlambat pulang dikenakan denda besar atau hukuman berat lainnya. Kami masih menasihati mereka dan mencoba membantu mereka memahami bahwa disiplin itu penting untuk meraih kesuksesan," jelas Rexy.
Rexy menegaskan bahwa meskipun peringatan diperlukan, jika kesalahan yang sama terus berulang, maka hal tersebut menjadi masalah serius. "Kita tidak seharusnya memberikan terlalu banyak peringatan sehingga terasa seperti berbicara dengan tembok," ungkapnya. Peringatan yang disampaikan Rexy menjadi sinyal jelas bahwa para pemain bulu tangkis nasional, terutama yang tinggal di asrama ABM dan memiliki masalah disiplin, harus bersiap menghadapi kemungkinan hukuman yang lebih berat di masa mendatang.