Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan performa tim menjelang kompetisi musim depan. Kegagalan timnya mencapai final IBL setelah tersingkir di babak semifinal menjadi motivasi untuk melakukan perbaikan. Meskipun perjalanan Pelita Jaya di musim ini terbilang menjanjikan dengan catatan hanya kalah dua kali (15-2) selama periode Januari hingga April 2026, masalah mulai muncul di fase akhir.
Di akhir musim reguler, Satria Muda mengalami tiga kekalahan berturut-turut, yang membuat mereka harus puas di peringkat kedua dengan rekor 15-5. Masalah cedera yang menimpa beberapa pemain juga berkontribusi terhadap penurunan performa tim saat memasuki fase Playoffs. Hal ini terlihat jelas ketika mereka harus berhadapan dengan Bogor Hornbills, yang tidak melakukan perubahan pada komposisi pemain, baik lokal maupun asing, sejak awal musim.
Analisis Pertandingan Semifinal
"Pertandingan di seri semifinal dengan Hornbills selalu ketat. Tetapi kami tidak cukup punya kekuatan untuk menghentikan mereka di Game 4. Sulit untuk memenangkan pertandingan jika kami tidak menjalankan bola dengan baik," ungkap Djordje Jovicic setelah timnya tersingkir dari semifinal.
Strategi untuk Musim Depan
Jovicic menambahkan, "Kami memulai perjalanan (musim ini) dengan bagus. Tetapi tidak berjalan bagus pada akhirnya. Musim depan, kami harus lebih pintar lagi dalam mengatur strategi." Kekalahan di semifinal ini menjadi yang kedua berturut-turut bagi Satria Muda dan yang pertama sejak mereka pindah ke Bandung. Terakhir kali Satria Muda berpartisipasi di Final IBL adalah pada tahun 2024, sementara mereka terakhir kali meraih gelar juara IBL pada tahun 2022.