Real Madrid Basketball kembali menunjukkan kekuatannya yang mengesankan dengan meraih kemenangan telak atas iLERNA Lleida dengan skor 122-86. Meskipun tim lawan berusaha memberikan perlawanan, mereka akhirnya tidak mampu menghadapi serangan bertubi-tubi dari pemimpin klasemen Endesa League yang belum pernah kalah.
Dalam lima pertandingan awal, Real Madrid mencatatkan rata-rata 112,8 poin, yang merupakan rekor baru dalam sejarah ACB. Selain itu, mereka juga berhasil memecahkan rekor tembakan tiga angka dengan mencetak 24 dari 48 percobaan, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Unicaja dan Baskonia.
Kekuatan Tim yang Mengguncang
Real Madrid saat ini berada di atas semua rival mereka dalam kompetisi domestik, baik dalam hal kecepatan maupun kemampuan mencetak poin. Tidak ada lawan yang tampak mampu menghentikan dominasi mereka, terutama dengan banyaknya pemain yang menunjukkan performa terbaik. Di Lleida, Luwawu-Cabarrot mencetak 31 poin dengan 7 dari 9 tembakan tiga angka, diikuti oleh Maledon dengan 27 poin dari 7 dari 8 tembakan tiga angka, dan Feliz yang menambah 15 poin dengan 3 dari 6 tembakan tiga angka. Namun, di Madrid, hampir semua pemain dapat berkontribusi dalam mencetak poin, menjadikan tim ini dipenuhi oleh para pemain dengan kemampuan ofensif yang sangat baik.
Reaksi Pelatih dan Performa Tim
Pelatih Pedro Martínez sempat meminta time-out untuk memperbaiki pertahanan timnya yang mulai kendur. Para pemain merespons dengan luar biasa, mencatatkan laju impresif 0-18 yang diawali oleh dua tembakan tiga angka dari Luwawu-Cabarrot, satu dari Maledon, dan satu lagi dari Llull. Llull juga mencatatkan rekor penampilan terbanyak untuk satu tim di ajang ACB dengan total 690 pertandingan. Pada saat itu, mereka sempat merasa yakin akan meraih kemenangan (33-54, menit ke-17).