Logo
Sepakbola

FIFA Siapkan Perubahan Aturan Terkait Sanksi Kartu Merah

Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA, berencana merombak regulasi untuk mencegah kontroversi terkait pembatalan sanksi kartu merah yang melibatkan Folarin Balogun. Rapat Dewan FIFA akan membahas perubahan...

A
Atha Aziz
15 October 2026 19 pembaca
Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA, tengah menyiapkan perombakan regulasi untuk mencegah terulangnya polemik yang menjadi sorotan dalam dunia sepak bola.(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JAMIE SQUIRE via AFP)
Federasi Sepak Bola Dunia, FIFA, tengah menyiapkan perombakan regulasi untuk mencegah terulangnya polemik yang menjadi sorotan dalam dunia sepak bola.(GETTY IMAGES NORTH AMERICA/JAMIE SQUIRE via AFP)

FIFA sedang mempersiapkan perubahan regulasi untuk menghindari terulangnya kontroversi terkait pembatalan sanksi kartu merah yang melibatkan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun. Menurut laporan dari ESPN, rencana perubahan aturan ini akan dibahas dalam rapat Dewan FIFA yang terdiri dari 37 anggota pada hari Kamis mendatang. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap gelombang kritik yang datang dari masyarakat dan pengamat olahraga internasional.

Kemarahan publik memuncak setelah komite disiplin FIFA secara mengejutkan membatalkan hukuman skorsing satu pertandingan yang seharusnya dijalani oleh Balogun setelah menerima kartu merah langsung di Piala Dunia 2026. Keputusan untuk membatalkan sanksi tersebut menimbulkan kecurigaan mengenai kemungkinan adanya intervensi politik dalam keputusan organisasi tersebut.

Kronologi Kasus Folarin Balogun

Kasus ini bermula ketika Folarin Balogun mendapatkan kartu merah pada menit ke-64 dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Bosnia-Herzegovina pada 1 Juli. Balogun diusir dari lapangan setelah melanggar pemain bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Meski bermain dengan 10 orang, tim nasional AS berhasil meraih kemenangan 2-0 dan melaju ke babak 16 besar.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, Balogun seharusnya absen pada pertandingan berikutnya melawan Belgia akibat sanksi skorsing. Namun, komite disiplin FIFA secara tiba-tiba membatalkan sanksi tersebut. Berkat keputusan itu, Balogun dapat bermain pada pertandingan 6 Juli dan membantu AS mengalahkan Belgia dengan skor 4-1. Meskipun Gianni Infantino menegaskan bahwa komite disiplin bekerja secara independen, insiden ini memicu tuntutan agar FIFA melarang penangguhan sanksi kartu merah otomatis di masa depan.

Tuntutan Transparansi dan Isu Internal FIFA

Perubahan regulasi yang diusulkan dinilai belum cukup untuk meredakan kontroversi yang sudah berkembang. Wakil Presiden FIFA sekaligus Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris, Debbie Hewitt, telah secara resmi mengirimkan surat kepada Infantino untuk meminta transparansi dengan merilis dokumen rahasia terkait proses pengambilan keputusan dalam kasus Balogun.

Rapat Dewan FIFA kali ini juga menjadi penting mengingat adanya sorotan terhadap kepemimpinan Infantino. Selain kasus Balogun, ia juga menghadapi tekanan terkait pembatalan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE), rencana penjualan 20 persen saham bisnis komersial Piala Dunia kepada investor swasta, serta kejelasan mengenai sewa kantor FIFA di Trump Tower New York senilai 4 juta dolar AS. Di sisi lain, agenda rapat ini juga mencakup usulan alokasi dana pengembangan sebesar 6,35 miliar dolar AS untuk 211 negara anggota FIFA, serta penentuan tuan rumah Piala Dunia Klub Wanita 2028 yang kemungkinan besar akan diadakan di Amerika Serikat.

Artikel Terkait