Carl Frampton memberikan pandangannya mengenai pertarungan yang ditunggu-tunggu antara Tyson Fury dan Anthony Joshua. Mantan juara dunia tinju tersebut mengungkapkan bahwa saat ini ia belum dapat memutuskan siapa yang lebih diunggulkan menjelang duel antara dua petinju asal Inggris itu.
Pertarungan ini telah lama dinantikan oleh para penggemar. Kedua petinju, Fury dan Joshua, sebelumnya pernah meraih gelar juara dunia kelas berat. Joshua berhasil menyatukan sabuk juara pada tahun 2017, namun kehilangan gelarnya kepada Oleksandr Usyk pada tahun 2021. Pada tahun 2024, Joshua berusaha merebut sabuk IBF dari Daniel Dubois, namun kalah melalui KO. Dalam satu-satunya pertarungan setelah itu, ia berhasil mengalahkan Jake Paul pada bulan Desember lalu. Di sisi lain, Fury juga kehilangan gelarnya dari Usyk pada tahun 2024 dan gagal untuk merebutnya kembali dalam laga ulang. Setelah tidak bertanding sepanjang tahun 2025, Fury kembali ke ring pada bulan April dan mengalahkan Arslanbek Makhmudov.
Dalam wawancara dengan talkSPORT Boxing, Frampton menyatakan bahwa penilaiannya saat ini tidak sejelas beberapa tahun lalu. “Kalau Anda bertanya lima tahun lalu, saya pasti sangat menjagokan Fury. Tapi sekarang saya tidak yakin. Saya benar-benar berada di tengah, sulit memilih,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya melihat performa Joshua dalam laga pemanasan sebelum mengambil kesimpulan lebih lanjut. “Saya ingin melihat seperti apa ‘AJ’ di pertarungan ini, laga pemanasan seperti yang mereka sebut, mungkin setelah itu saya punya gambaran yang lebih jelas,” tambahnya.
Frampton juga memberikan pandangannya mengenai kritik yang diterima Fury setelah kemenangan atas Makhmudov, yang menurutnya tidak adil. “Saya pikir Fury mendapat banyak kritik setelah melawan Makhmudov dan menurut saya itu tidak adil. Dia terlihat cukup baik menghadapi petarung yang layak. Saya tidak tahu apa yang orang harapkan, tapi menurut saya penampilan Tyson sudah oke,” jelasnya.
Pertarungan antara Fury dan Joshua dijadwalkan akan berlangsung pada akhir tahun ini, setelah Joshua terlebih dahulu menjalani laga comeback melawan Kristian Prenga di Riyadh pada tanggal 25 Juli.