Francesco Bagnaia, pembalap dari tim Ducati Lenovo, tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi balapan yang sulit di MotoGP Prancis yang akan datang. Ia menyadari bahwa Desmosedici GP26 yang ia kendarai masih memiliki banyak kekurangan. Setelah mengalami kesulitan dengan Desmosedici GP25, masalah serupa juga dihadapi oleh Bagnaia dengan versi terbarunya, GP26. Hal ini membuatnya merasa kurang percaya diri menjelang balapan di Le Mans.
Ducati telah melakukan beberapa pengujian terhadap komponen baru di Jerez, namun Bagnaia menyadari bahwa kondisi tim saat ini tidak dalam keadaan ideal. Ia berharap ada keajaiban agar dapat meniru kesuksesan Alex Marquez yang berhasil meraih kemenangan di GP Spanyol sebelumnya.
Kondisi Tim yang Menantang
"Ini adalah masa yang cukup sulit bagi Ducati secara umum, yang jelas tidak berjalan seperti yang kami harapkan. Sayangnya, saya telah berada dalam situasi ini selama lebih dari setahun, jadi saya cukup kesulitan. Anehnya, tahun ini saya merasa lebih baik di atas motor, saya memiliki lebih banyak feeling, terutama di bagian depan, tetapi saya masih belum bisa melakukan apa yang saya inginkan. Motor kami cukup sensitif saat pengereman. Anda bisa melihatnya saat kecelakaan saya di Jerez," ungkap Bagnaia.
Mencari Keseimbangan yang Tepat
Bagnaia menambahkan, "Anda harus sangat presisi karena motor cenderung banyak bergerak. Ini bukan lagi Ducati yang bisa Anda kendarai dengan sangat keras, masuk tikungan dengan sangat tajam, dan tetap di sana." Ia juga mengakui bahwa Alex Marquez berhasil melakukannya di Jerez, menandakan bahwa situasi ini cukup rumit. "Namun, seperti yang telah saya katakan lebih dari sekali, saya selalu percaya untuk tiba di Grand Prix dan berada di depan. Saya selalu percaya pada hal itu, saya tahu kami memiliki potensi untuk tetap di depan, dan kami hanya perlu menemukan keseimbangan yang tepat," tutupnya.