Frazer Clarke menyampaikan pendapatnya setelah Daniel Dubois berhasil mengalahkan Fabio Wardley dengan KO dalam pertarungan kelas berat yang digelar di Co-Op Live Arena, Manchester. Dalam laga tersebut, Dubois menegaskan posisinya sebagai juara dunia kelas berat dua kali setelah merebut sabuk WBO dari Wardley di hadapan penonton yang memadati arena.
Petinju berusia 28 tahun asal London ini sempat menghadapi tekanan yang cukup berat di awal pertarungan, di mana ia mengalami dua kali jatuh, termasuk knockdown yang terjadi pada 10 detik pertama ronde pertama akibat pukulan keras dari Wardley. Meski demikian, Dubois menunjukkan ketahanan yang luar biasa dan berhasil bangkit untuk melukai Wardley berulang kali sebelum akhirnya menghentikan perlawanan lawannya di ronde ke-11, satu ronde sebelum akhir pertarungan, sehingga ia kembali meraih posisi teratas di divisi kelas berat.
Pandangan Clarke tentang Pertarungan
Dalam wawancaranya dengan Seconds Out, Clarke, yang pernah bersaing dengan Wardley, menilai bahwa pertarungan tersebut memberikan hiburan yang diinginkan oleh para penggemar. Ia mengakui bahwa meskipun duel itu bukanlah pertarungan kelas berat yang paling teknis, tetapi pertarungan tersebut dipenuhi dengan aksi dan semangat yang tinggi. “Selamat untuk Daniel Dubois. Fabio Wardley, petarung sejati. Itu bukan pertarungan kelas berat paling terampil yang pernah saya lihat, tetapi itulah yang diinginkan penggemar. Mereka ingin laga seperti itu, penuh darah dan semangat. Namun, selamat untuk Daniel Dubois,” ungkap Clarke.
Perdebatan Mengenai Keputusan Kubu Wardley
Di sisi lain, terdapat perdebatan mengenai keputusan tim Wardley untuk membiarkan pertarungan berlangsung hingga ronde ke-11. Beberapa pihak berpendapat bahwa pertarungan seharusnya dihentikan lebih awal untuk melindungi kesehatan Wardley. Promotor Frank Warren juga telah mengonfirmasi adanya klausul pertandingan ulang dalam kontrak, yang berarti duel kedua bisa terjadi jika Wardley memutuskan untuk mengaktifkan klausul tersebut, meskipun ada saran agar ia mengambil waktu istirahat lebih lama sebelum kembali bertanding.