Hapoel Tel Aviv menyampaikan rasa syukur atas sambutan yang baik selama berada di Madrid, di mana mereka menjalani dua pertandingan pertama babak perempat final Euroleague melawan Real Madrid. Klub asal Israel ini menekankan bahwa mereka menerima "sambutan hangat dan penuh hormat" yang mencerminkan standar tinggi dalam dunia olahraga.
Kunjungan Hapoel ke Madrid sebelumnya diwarnai dengan kontroversi, karena pertandingan mereka dan pertandingan Maccabi di Spanyol dianggap berisiko tinggi. Kecuali untuk satu pertandingan Maccabi di Roig Arena, semua pertandingan tersebut dilaksanakan tanpa penonton. Namun, dalam dua pertandingan melawan Real Madrid, lebih dari 6.500 pemegang tiket musiman hadir di tribun, dan meskipun terdapat demonstrasi kecil pro-Palestina di pintu masuk, tidak ada insiden signifikan yang terjadi.
"Kami sangat menghargai keramahan dan profesionalisme tingkat tinggi, serta sikap hormat yang kami alami selama kunjungan kami di Madrid untuk pertandingan pertama, yang memperkuat hubungan antar klub dan mencerminkan nilai-nilai olahraga," ungkap Hapoel dalam pernyataan resmi mereka. Seri pertandingan ini akan berlanjut pada hari Selasa dengan pertandingan ketiga yang akan diadakan di Botevgrad, dekat Sofia, Bulgaria, di mana kapasitas paviliun mencapai 3.200 penonton. Hapoel tidak meminta untuk bermain di Arena 8888, markas mereka yang biasa, setelah harus meninggalkan Tel Aviv akibat konflik dengan Iran.
Dengan hasil pertandingan yang berlangsung, Hapoel Tel Aviv saat ini tertinggal 0-2 dari Real Madrid dalam babak playoff EuroLeague Basket 2026.