Raket

Herry IP Mengakui Cedera Pemain Memaksa Perombakan Ganda Putra di Piala Thomas

Pelatih ganda nasional Herry IP menjelaskan alasan di balik pemisahan pasangan ganda putra yang sudah mapan, yang berujung pada hasil buruk di Piala Thomas 2026.

D
Dharma Kusuma
06 May 2026 11 pembaca
Herry IP Mengakui Cedera Pemain Memaksa Perombakan Ganda Putra di Piala Thomas
Herry IP-Man Wei Chong/[Foto:NST]

Pelatih kepala ganda nasional, Herry IP, mengungkapkan alasan di balik keputusan untuk memisahkan pasangan ganda putra yang telah berpengalaman di Piala Thomas 2026. Meskipun langkah ini berujung pada kekalahan di perempat final, Herry menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil demi mempertimbangkan kondisi fisik pemain.

Malaysia, yang finis di posisi kedua Grup B, mengalami kekalahan 3-2 dari Jepang dan kemudian tersingkir setelah kalah 3-0 dari China. Hasil ini membuat Malaysia gagal meraih trofi Piala Thomas yang telah lama dinanti sejak tahun 1992. Perombakan skuad ini cukup mengejutkan, mengingat Malaysia memiliki pemain-pemain berperingkat tinggi seperti Aaron Chia-Soh Wooi Yik, Man Wei Chong-Tee Kai Wun, dan Goh Sze Fei-Nur Izzuddin Rumsani. Herry IP menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil dalam rapat yang melibatkan pelatih dan pemain, dengan mempertimbangkan cedera yang dialami Wei Chong.

"Kami harus mengatur ulang pasangan agar pemain ganda dapat menampilkan performa terbaik mereka. Meskipun hasilnya tidak sesuai harapan, saya merasa para pemain telah memberikan yang terbaik," ungkap Herry. Pada pertandingan melawan Jepang, Malaysia menghadapi kesulitan di awal ketika Leong Jun Hao kalah dari Kodai Naraoka. Meskipun Aaron-Kai Wun sempat menghidupkan harapan dengan kemenangan, momentum tersebut terhenti setelah Justin Hoh kalah dari Yushi Tanaka, dan akhirnya Wooi Yik-Izzuddin juga kalah, menutup peluang Malaysia.

Setelah kekalahan dari China, Herry menyoroti bahwa kesalahan di momen-momen krusial menjadi penyebab utama kekalahan Aaron-Wooi Yik. "Seharusnya kami memenangkan pertandingan pertama, tetapi terlalu banyak kesalahan sendiri di tahap akhir," tambahnya. Dengan hasil ini, perjalanan Malaysia di Piala Thomas berakhir, dan perhatian kini tertuju pada upaya perbaikan di masa mendatang.

Artikel Terkait