Logo
Sepakbola

Inter Milan Tetap Berharap Meski Tanpa Poin di Liga Champions

Inter Milan belum meraih poin di Liga Champions musim ini setelah mengalami dua kekalahan berturut-turut. Pelatih Cristian Chivu menekankan pentingnya optimisme untuk menghadapi laga-laga selanjutnya.

A
Arya Satya
15 October 2026 21 pembaca
Inter Milan sedang terpuruk di Liga Champions. (Foto: REUTERS/Daniele Mascolo)
Inter Milan sedang terpuruk di Liga Champions. (Foto: REUTERS/Daniele Mascolo)

Inter Milan saat ini berada dalam posisi sulit di Liga Champions, dengan nol poin setelah dua pertandingan. Pelatih Cristian Chivu meminta timnya untuk tetap optimis meskipun mereka baru saja kalah 3-4 dari Club Brugge dalam matchday kedua yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB. Sebelumnya, Inter juga mengalami kekalahan saat melawan Real Madrid di laga pembuka.

Optimisme di Tengah Kesulitan

Chivu mengingatkan bahwa masih ada enam pertandingan yang tersisa bagi Inter untuk berjuang menuju fase gugur. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat tim meskipun dua kekalahan tersebut telah merusak harapan mereka di kompetisi ini. "Kita juga harus tetap optimis, karena masih ada enam pertandingan lagi. Memang benar, dua kekalahan ini merusak harapan kami di Liga Champions, terutama mengingat bagaimana kami mengakhiri musim lalu di kompetisi ini," ungkap Chivu kepada Sky Sport Italia.

Pentingnya Evaluasi dan Keseimbangan Mental

Chivu juga menyoroti perlunya evaluasi taktis dan mental bagi timnya. "Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan secara taktis. Saya bertanggung jawab, tetapi secara mental kami juga perlu menemukan keseimbangan yang tepat untuk menghadapi pertandingan-pertandingan ini," tambahnya. Saat ini, Inter menghadapi masalah serius dalam pertahanan, di mana mereka telah kebobolan 14 gol dalam delapan pertandingan di Serie A dan Liga Champions.

Chivu mengakui bahwa situasi ini cukup mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian serius. "Saya tidak bisa mengatakan ini tidak mengkhawatirkan, jelas ada hal-hal yang perlu kami evaluasi ulang. Sangat sulit untuk kembali ke jalur yang benar di Liga Champions mengingat kualitas lawan, tetapi kami harus fokus pada keseimbangan, duel, bola kedua, dan menjaga formasi," jelasnya.

Artikel Terkait