Logo
Sepakbola

Italia Siap Melangkah Maju, Tinggalkan Kenangan Pahit di Bosnia

Italia bertekad untuk melupakan kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 dan memulai era baru yang lebih baik dengan pelatih Roberto Mancini. Mereka akan menghadapi Belgia dalam laga pertama UEFA Nations L...

C
Citra Erwana
25 September 2026 29 pembaca
Donnarumma bertekad membawa Italia kembali bangkit dari keterpurukan. Foto: UEFA via Getty Images/Srdjan Stevanovic - UEFA
Donnarumma bertekad membawa Italia kembali bangkit dari keterpurukan. Foto: UEFA via Getty Images/Srdjan Stevanovic - UEFA

Roma - Italia berkomitmen untuk tidak lagi mengenang kesedihan akibat kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia 2026. Tim ini bertekad untuk memulai era baru yang lebih positif di masa depan.

Pada hari Sabtu (26/9/2026) pukul 01.45 WIB, Italia akan menjamu Belgia di Stadion Olimpico dalam pertandingan pertama UEFA Nations League. Ini menjadi laga perdana mereka di bawah arahan pelatih Roberto Mancini, yang sebelumnya sukses membawa Gli Azzurri meraih gelar Piala Eropa 2020. Harapan besar tertuju pada Mancini untuk mengangkat kembali semangat Gianluigi Donnarumma dan rekan-rekannya dari keterpurukan.

Momen Pahit yang Dikenang

Masih segar dalam ingatan betapa hancurnya Italia setelah kalah dalam adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada playoff Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada bulan Maret lalu. Kekalahan tersebut membuat Italia absen dari tiga edisi Piala Dunia berturut-turut. Kini, dengan komposisi pemain yang lebih muda, mereka berusaha bangkit kembali.

Donnarumma mengungkapkan, "Saat itu hari-hari terasa sangat berat, saya sulit membicarakannya. Musim panas lalu terasa aneh dan sangat panjang, namun kami harus memulai kembali." Ia menambahkan bahwa mereka memiliki tekad yang kuat dan sebuah siklus baru sedang dimulai, serta berharap bisa membangkitkan semangat suporter untuk kembali mencintai tim Azzurri.

Menatap Masa Depan dengan Optimisme

Ketika ditanya mengenai pembahasan soal Bosnia, Donnarumma menjelaskan, "Apakah kami pernah membahas soal Bosnia? Sama sekali tidak. Hanya dua menit hari ini, tapi tidak ada keinginan untuk membahasnya. Rasa sakitnya terlalu besar untuk membuka kembali pembicaraan itu." Ia menegaskan bahwa tujuan mereka adalah membangun timnas yang hebat, dan Mancini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam hal ini.

Tim Italia ingin bermain dengan gaya yang proaktif dan agresif, serta mendikte jalannya permainan. Setelah menghadapi Belgia di Roma, Italia akan bertandang ke Turki dan Prancis pada 29 September dan 3 Oktober, sebelum menutup jeda internasional dengan menjamu Turki di Bologna.

Artikel Terkait