Pertarungan yang mempertemukan Joey Canoy dan Oscar Collazo untuk merebut gelar dunia kelas minimum kini berada dalam ancaman pembatalan hanya beberapa hari sebelum berlangsung. Masalah ini bukan disebabkan oleh cedera atau negosiasi kontrak, tetapi karena kendala visa yang menghalangi Canoy untuk memasuki wilayah Amerika Serikat.
Canoy dijadwalkan untuk menantang Collazo pada hari Sabtu mendatang di Frontwave Arena, California. Pertandingan ini merupakan peluang terbesar dalam karier petinju asal Filipina tersebut untuk merebut gelar juara dunia dan menghentikan dominasi Collazo yang berasal dari Puerto Rico.
Prestasi Oscar Collazo
Oscar Collazo saat ini diakui sebagai salah satu petinju terkemuka di divisi minimumweight atau kelas 105 pound. Sejak berhasil merebut sabuk juara dunia dengan mengalahkan Melvin Jerusalem pada tahun 2023, Collazo telah menunjukkan performa yang sangat konsisten. Petinju muda ini juga berhasil menyatukan gelar dunia setelah mengalahkan juara WBA dari Thailand, Thammanoon Niyomtrong, yang lebih dikenal sebagai Knockout CP Freshmart, pada November 2024. Sejak saat itu, Collazo telah berhasil mempertahankan gelarnya beberapa kali, semakin mengukuhkan posisinya sebagai raja di divisi minimumweight.
Kendala Visa yang Mengancam Pertarungan
Namun, kini ketidakpastian menyelimuti laga tersebut. Menurut laporan dari media Filipina, dokumen visa Canoy sebenarnya telah diajukan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat lebih dari tiga minggu yang lalu. Namun, hingga awal pekan ini, izin perjalanan tersebut belum juga diterbitkan.
Sumber yang dekat dengan tim Canoy mengungkapkan bahwa jika Canoy tidak dapat terbang ke Amerika Serikat paling lambat Kamis malam waktu setempat, maka pertarungan tersebut hampir pasti tidak akan terlaksana. Hal ini disebabkan oleh sesi timbang badan resmi yang dijadwalkan pada hari Jumat.
Kondisi ini cukup mengejutkan, mengingat Canoy bukanlah petinju yang asing bertanding di luar negeri. Dalam karier profesionalnya, ia telah bertanding di Jepang dan Afrika Selatan tanpa mengalami masalah yang berarti. Beberapa pihak menduga bahwa proses imigrasi yang lebih ketat dan keterlambatan kepastian lokasi pertandingan menjadi faktor yang berkontribusi terhadap penundaan penerbitan visa tersebut.
Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Presiden WBO Gustavo Olivieri memberikan indikasi bahwa promotor telah mulai menyiapkan rencana alternatif. Nama petinju Meksiko, Luis Castillo, muncul sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Canoy jika petinju asal Filipina tersebut benar-benar gagal hadir.
Apabila skenario penggantian ini terjadi, Joey Canoy akan kehilangan kesempatan berharga untuk merebut gelar dunia yang telah lama ia impikan.