SOLO, KOMPAS.com - Tim nasional sepak bola Indonesia dijadwalkan untuk bertanding melawan Yordania dalam rangka FIFA Matchday di Stadion Internasional Amman pada 13 November mendatang. Menanggapi rencana tersebut, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyatakan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi keamanan di wilayah Timur Tengah. Hal ini disebabkan oleh serangan rudal yang terjadi di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada Minggu (11/10/2026) waktu setempat.
“Tapi kita tunggu seperti apa karena memang beberapa kendala di Timur Tengah hari ini cukup mengkhawatirkan,” ungkap Erick saat ditemui di Balai Kota Solo, Senin (12/10/2026). Ia menekankan pentingnya keselamatan bagi seluruh anggota tim, termasuk pelatih dan pemain, agar tidak mengalami masalah selama pertandingan di Yordania.
Negosiasi Pemindahan Lokasi Pertandingan
PSSI saat ini sedang melakukan negosiasi untuk mencari lokasi pertandingan yang lebih aman, mengingat situasi keamanan yang memicu kekhawatiran bagi tim dari berbagai negara. “Ya ada beberapa negosiasi opsi apakah Timur Tengah yang sudah menjadi opsi utama kita akan revisi karena situasi,” jelasnya.
Erick juga menambahkan, “Ya, karena situasi kan ini panas gitu, kemarin ada serangan macam-macam ya, prihatin.” Sebagai informasi, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali menjadi target serangan rudal oleh kelompok Houthi pada Minggu (11/10/2026). Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan bahwa satu orang tewas dan sebelas lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.