Basket

Kekalahan Satria Muda, Djordje Jovicic Soroti Permainan Tim

Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, mengungkapkan ketidakpuasan terhadap performa timnya setelah kalah dari Hangtuah Jakarta dengan skor 62-70 pada pertandingan di GOR Ciracas, Jak...

D
Dyah Entenopo
09 May 2026 5 pembaca
Kekalahan Satria Muda, Djordje Jovicic Soroti Permainan Tim
Djordje Jovicic Tidak Puas dengan Performa Satria Muda

Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, menyatakan ketidakpuasan terhadap penampilan timnya setelah mengalami kekalahan dari Hangtuah Jakarta dengan skor 62-70. Pertandingan tersebut berlangsung di GOR Ciracas, Jakarta, pada Jumat malam (8/5), dan menjadi kekalahan yang menyakitkan bagi Satria Muda di laga ke-19 musim ini.

Kekalahan ini membuat peluang Satria Muda untuk meraih posisi teratas klasemen semakin sulit. Selain itu, hasil ini juga menggagalkan prediksi para pengamat basket yang mengharapkan persaingan menarik antara Satria Muda dan Pelita Jaya Basketball Jakarta di akhir musim reguler. Menurut Djordje, kekalahan ini menunjukkan bahwa timnya mengalami berbagai kesulitan.

Pernyataan Pelatih Satria Muda

"Saya tidak puas dengan permainan malam ini. Karena game plan kami rusak, dan saya tidak tahu apa penyebabnya," ungkap Djordje. Ia menambahkan bahwa kekalahan bukan disebabkan oleh ketidakhadiran dua pemain asing, melainkan tim harus segera belajar untuk meningkatkan permainan. "Kami harus segera belajar. Share ball lebih banyak lagi. Karena kami harus bermain di Playoffs," tegasnya.

Djordje juga menjelaskan bahwa timnya sudah melakukan persiapan yang baik untuk menghadapi Hangtuah, meskipun hanya memiliki satu pemain asing, Jalen Jones, dalam susunan pemain. Namun, komunikasi di lapangan tidak berjalan efektif, yang berujung pada kekalahan tersebut. "Kami bermain lebih baik di babak pertama, kami bisa kontrol pertandingan. Saat mereka memainkan zone defense dan menekan kami, kami tidak bisa menemukan jawaban," tambahnya.

Evaluasi Tim dan Masalah Cedera

Satria Muda juga menerapkan susunan pemain yang menarik dengan menurunkan Yudha Saputera dan Abraham Damar Grahita di skuad inti. Pelatih Djordje berharap aliran bola dapat lebih baik, tetapi kenyataannya justru sebaliknya. "12 assist dengan dua point guard (yang bermain bersama) itu jauh dari kata cukup. Kami akan evaluasi malam ini. Kami akan melihat kembali pertandingan ini, dan mengambil pelajaran. Karena kami masih punya satu pertandingan di musim reguler, sebelum kami tampil di Playoffs," ujarnya.

Situasi sulit yang dihadapi Satria Muda di akhir musim reguler juga diperparah oleh cedera yang dialami beberapa pemain, termasuk dua pemain asing, Giorgi Bezhanishvili dan Niven Glover. Kedua pemain ini diharapkan dapat memperkuat tim di babak Playoffs, namun keduanya justru mengalami cedera di momen krusial menjelang akhir musim reguler.

Artikel Terkait