Jakarta - Penyelenggaraan Piala Asia 2027 mulai dipertanyakan oleh berbagai pihak. Situasi yang memanas di Arab Saudi diperkirakan akan menyebabkan nasib turnamen ini menggantung, bahkan mungkin diundur.
ESPN, merujuk pada laporan dari media Australia, AAP, menyebutkan bahwa Federasi Sepakbola Australia sedang memantau perkembangan situasi di Timur Tengah terkait Piala Asia. Media olahraga asal Inggris tersebut menyoroti serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi dari Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid.
Akibat serangan tersebut, bandara terpaksa menghentikan operasionalnya hingga 18 Oktober. Kejadian ini berlangsung hanya beberapa bulan sebelum Piala Asia yang direncanakan berlangsung di Arab Saudi pada awal tahun depan.
Pantauan Ketat oleh Federasi Australia
Juru bicara Federasi Sepakbola Australia mengungkapkan, "Federasi Australia memantau secara seksama situasi di Arab Saudi. Keamanan dan kenyamanan para pemain, staf, dan suporter menjadi prioritas utama kami." Ia menambahkan bahwa tim keamanan yang berpengalaman terus aktif memantau dan memberikan pembaruan secara berkala.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, "Penilaian risiko menjadi bagian dari rencana setiap kegiatan Pemusatan Latihan, dan itu menjadi fokus untuk persiapan menuju Januari."
ESPN menyatakan keraguan bahwa AFC akan mencabut status tuan rumah dari Arab Saudi. Jika hal ini terjadi, opsi yang tersisa adalah menunda kejuaraan hingga tahun 2028.
Kekhawatiran di Dunia Sepakbola Asia
Jurnalis dan pakar sepakbola Asia, John Duerden, juga mengungkapkan keraguan mengenai kemungkinan Piala Asia dapat dilaksanakan di tengah kondisi yang ada saat ini. Ia menyatakan, "Situasinya akan jelas pada pekan kedua bulan November," sebagaimana dilaporkan oleh Duerden di laman How Football Explains Asia.
Timnas Indonesia sendiri berada di Grup F pada Piala Asia 2027, tergabung bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.