Madrid - Javier Tebas, yang menjabat sebagai presiden LaLiga, kini terancam sanksi dari Dewan Olahraga Nasional Spanyol (CSD) setelah pernyataan tajamnya mengenai Real Madrid. Kontroversi ini bermula pada Jumat, 16 Oktober 2026, ketika Tebas membandingkan Real Madrid TV dengan propaganda yang digunakan oleh rezim Nazi Jerman.
Dalam unggahannya di platform X, Tebas menyatakan, "Manajemen Real Madrid memimpin orkestra juru bicara, dan Real Madrid TV adalah ujung tombaknya. Komposisi mereka selalu sama: memilih permainan yang sesuai dengan agenda mereka, mengulang-ulang keluhan, memicu kecurigaan, dan menunjuk jari pada musuh." Pernyataan ini langsung menuai kritik keras dari pihak Real Madrid, yang bahkan menuntut agar Tebas mengundurkan diri dari posisinya.
Reaksi Real Madrid dan Tindakan CSD
Real Madrid merespons dengan sangat tegas, menuntut pengunduran diri Tebas dari jabatannya sebagai presiden LaLiga. Menurut laporan Marca, CSD kini sedang mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat terkait perseteruan antara Tebas dan klub raksasa tersebut. Jika terbukti bersalah atas komentar yang dinilai provokatif, sanksi mungkin akan dijatuhkan kepada Tebas.
Pernyataan Tebas Mengenai Kebebasan Berbicara
Menanggapi ancaman sanksi tersebut, Tebas berharap agar CSD memahami konteks dari pernyataannya. Ia mengingatkan kembali tentang pernyataan Florentino Perez, presiden Real Madrid, yang mengklaim bahwa gelar klubnya dirampok dan mendiskreditkan wasit Liga Spanyol pada pemilu Real Madrid 2026. Tebas menilai tuduhan tersebut tidak berdasar dan merugikan reputasi LaLiga.
Lebih lanjut, ia menekankan, "Para wasit melaporkannya dan pada tanggal 21 September, AS [media Spanyol] menerbitkan bahwa penyidik mengusulkan untuk menutup kasus tersebut, dengan alasan kebebasan berekspresi." Tebas juga mempertanyakan standar ganda yang diterapkan oleh Real Madrid, menegaskan bahwa kritik terhadap metode propaganda tidak seharusnya memicu intervensi resmi, sementara klaim bahwa kejuaraan telah dicuri dianggap sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.
Dengan situasi yang semakin memanas, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana CSD akan menanggapi konflik ini dan apakah sanksi akan dijatuhkan kepada Tebas atas pernyataannya yang kontroversial.