Logo
Olahraga Lain

Kontroversi Pertarungan Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven: Gelar Dunia Dipertaruhkan

Pertarungan antara Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven pada 23 Mei mendatang menimbulkan perdebatan mengenai status sabuk juara dunia yang diperebutkan. Berbagai badan tinju memiliki pandangan berbeda t...

B
Bayu Biru
20 May 2026 19 pembaca
Kontroversi Pertarungan Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven: Gelar Dunia Dipertaruhkan
Oleksandr Usyk (kiri) dan Rico Verhoeven. (Foto: Fight TV)

Pertarungan kelas berat yang akan berlangsung antara Oleksandr Usyk dan Rico Verhoeven pada tanggal 23 Mei mendatang di Piramida Giza, Mesir, telah menimbulkan kontroversi besar mengenai status sabuk juara dunia yang akan dipertaruhkan. Usyk, pemegang sabuk kelas berat dari IBF, WBA, dan WBC, akan menghadapi Verhoeven, yang dikenal sebagai legenda kickboxing namun hanya memiliki satu kemenangan dalam karier tinju profesionalnya.

Perbedaan Aturan dari Badan Tinju

Berbagai badan tinju dunia memiliki aturan yang berbeda terkait status gelar dalam pertarungan ini. Kontroversi muncul karena banyak pihak dalam dunia tinju berpendapat bahwa pengalaman Verhoeven belum cukup untuk langsung bertarung memperebutkan gelar dunia kelas berat. Dari tiga sabuk yang dimiliki Usyk, hanya gelar WBC yang dapat diperebutkan oleh Verhoeven jika ia berhasil menang dalam laga tersebut. WBC mengklasifikasikan pertarungan ini sebagai pertahanan sukarela bagi Usyk, yang berarti ia diizinkan untuk menunda kewajiban menghadapi penantang wajib demi melawan Verhoeven.

Dalam pernyataan resmi, WBC menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan aktivitas luar biasa Usyk di divisi kelas berat dan juga menyatakan bahwa perpindahan atlet dari kickboxing ke tinju profesional bukanlah hal yang baru. Meskipun demikian, keputusan ini tidak lepas dari kritik. Petinju kelas berat Dave Allen menyatakan bahwa pertarungan ini seharusnya hanya berstatus ekshibisi dan bukan perebutan gelar dunia WBC.

Status Gelar dari IBF dan WBA

Berbeda dengan WBC, IBF menegaskan bahwa Verhoeven tidak dapat memenangkan sabuk mereka. Jika Usyk kalah, sabuk IBF akan dinyatakan kosong dan tidak berpindah kepada Verhoeven. IBF juga mengharuskan Usyk untuk menghadapi penantang wajib WBC sebelum mereka menunjuk penantang wajib versi mereka dalam waktu 180 hari ke depan. Sementara itu, WBA mengambil posisi yang lebih unik dengan mengizinkan Usyk mempertahankan status juara WBA dalam pertarungan ini, tetapi gelarnya tidak akan diperebutkan oleh Verhoeven karena sang penantang belum masuk dalam peringkat resmi badan tersebut.

WBA menjelaskan bahwa jika Usyk menang, pertarungan ini tetap akan dihitung sebagai pertahanan gelar resmi. Namun, jika ia kalah, komite WBA akan meninjau kembali status sabuk kelas berat mereka sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Meskipun Verhoeven tidak bisa langsung menjadi juara WBA, kemenangan atas Usyk akan memberinya hak untuk masuk dalam ranking kelas berat WBA.

Kondisi ini juga berdampak pada penantang wajib WBC, Agit Kabayel, yang sebelumnya berada di posisi terdepan untuk menantang Usyk setelah mengalahkan beberapa petinju terkenal seperti Zhilei Zhang dan Frank Sanchez. Promotor Frank Warren bahkan mengancam akan menggugat WBC jika badan tersebut tidak segera memerintahkan Usyk untuk menghadapi Kabayel setelah pertarungan melawan Verhoeven. Namun, Usyk mengungkapkan bahwa ia ingin menghadapi Verhoeven, Daniel Dubois, dan rival lamanya Tyson Fury sebelum pensiun. “Satu kali saya ingin melakukan apa yang saya inginkan, bukan apa yang harus saya lakukan,” ungkap Usyk.

Artikel Terkait