Kyrie Irving, yang saat ini bermain untuk Dallas Mavericks, belum memiliki rencana untuk pensiun dalam waktu dekat. Namun, ia mulai memikirkan tentang masa depannya di NBA. Irving menyatakan bahwa ia tidak membayangkan dirinya akan terus bermain hingga mencapai usia 40 tahun.
Menjelang musim ke-16 yang akan dimulai pada NBA 2026-2027, Irving menegaskan bahwa kecintaannya terhadap olahraga ini tetap kuat. Meskipun demikian, ia mulai mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan di luar dunia basket profesional. “Basket adalah api abadi,” ungkap Irving dalam wawancara dengan The Athletic. “Namun, Anda juga harus mencintai semua prosesnya. Mulai dari latihan beban, jam-jam latihan di balik layar, persiapan menghadapi media, hingga selalu siap bermain di level tertinggi.”
Perubahan dalam Liga dan Kesan Pribadi
Pemain berusia 34 tahun ini juga membahas perubahan yang telah terjadi di liga sejak ia terpilih sebagai pilihan pertama dalam NBA Draft 2011 oleh Cleveland Cavaliers. Sepanjang kariernya, Irving telah bermain untuk Celtics, Nets, dan kini Mavericks. Perubahan-perubahan tersebut membuatnya merasa kurang tertarik untuk bertahan lebih lama di liga. “Sekarang ada media sosial dan perjudian yang begitu marak. Ini bukan NBA yang saya cintai sejak kecil,” jelasnya.
Irving menekankan bahwa pernyataannya bukanlah untuk mengkritik semua perubahan yang terjadi di liga, melainkan ia merasakan bahwa atmosfer NBA saat ini berbeda dibandingkan saat ia memulai karier profesionalnya pada usia 19 tahun. Ia berpendapat bahwa perkembangan media sosial dan industri perjudian olahraga membuat dunia basket profesional terasa semakin mekanis. Menurutnya, permainan basket saat ini menjadi kurang manusiawi dan terlalu kaku, seolah-olah pemain hanya mengikuti sistem tanpa kebebasan untuk berekspresi.
Refleksi dan Penghargaan terhadap Pemain Veteran
Irving mulai mempertanyakan apakah ia akan menikmati semua aspek kehidupan sebagai pemain NBA di masa mendatang. Meskipun ia masih menyukai persaingan di lapangan, ia merasa tidak yakin akan terus menikmati segala hal di luar pertandingan. Di sisi lain, ia mengagumi para pemain veteran yang masih mampu bersaing di level tertinggi. Ia menyebutkan nama-nama seperti LeBron James, Kevin Durant, James Harden, Stephen Curry, dan Klay Thompson sebagai sosok yang menginspirasi.
“Saya tidak melihat diri saya bermain di NBA pada usia 42 atau 43 tahun. Salut untuk sosok senior yang masih bisa terus bermain. Saya menganggap mereka seperti kakak sendiri. Namun, sekarang saya lebih menikmati menjadi pria dewasa dan bertumbuh sebagai manusia daripada terus menerus berkembang sebagai pemain basket,” tambahnya, menunjukkan pandangannya yang lebih luas tentang kehidupan di luar lapangan.