Logo
Raket

Lee Chong Wei Menyatakan Kesiapan BAM untuk Menerima Kembali Lee Zii Jia

Lee Chong Wei, legenda bulu tangkis Malaysia, menunjukkan keprihatinan terhadap penurunan performa Lee Zii Jia dan menyatakan bahwa BAM tetap terbuka untuk mendukungnya kembali ke tim nasional.

B
Bayu Biru
12 September 2026 3 pembaca
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]
Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]

Kuala Lumpur, Malaysia: Lee Chong Wei, yang merupakan ikon bulu tangkis Malaysia, menyampaikan keprihatinannya mengenai kesulitan yang dihadapi Lee Zii Jia di arena internasional. Ia merasa sedih melihat seorang pemain berbakat seperti Zii Jia mengalami penurunan performa yang berkepanjangan. Chong Wei, yang telah meraih tiga medali perak di Olimpiade, meyakini bahwa dengan lingkungan pelatihan yang lebih teratur, mitra sparing yang lebih kuat, serta dukungan tim yang komprehensif, mantan juara All England ini bisa kembali menemukan permainan terbaiknya.

Lee Chong Wei, yang kini menjabat sebagai ketua Komite Kinerja Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), menegaskan bahwa BAM selalu siap untuk berdialog dengan Lee Zii Jia jika ia ingin mendapatkan bantuan dalam melanjutkan kariernya. “Melihat pemain berbakat seperti Zii Jia kesulitan di panggung internasional sungguh suatu hal yang sia-sia,” ungkapnya.

Kemunduran di Vietnam Open 2026

Pernyataan tersebut muncul setelah Lee Zii Jia kembali mengalami kemunduran di Vietnam Open 2026 yang berlangsung di Kota Ho Chi Minh. Pemain yang kini berada di peringkat 58 dunia ini mendapatkan bye di babak pertama, namun tersingkir di babak kedua oleh Wu Zhe Ying, pemain berusia 20 tahun dari Taiwan yang memiliki peringkat 88 dunia. Wu berhasil memenangkan pertandingan pertama mereka dengan skor 21-8, 13-21, 21-14 setelah bertanding selama 47 menit.

Kekalahan ini sangat mengecewakan bagi Lee, mengingat ia memilih untuk berkompetisi di ajang Super 100 dengan harapan dapat membangun kembali kepercayaan diri dan ritme kompetitifnya. Namun, pencariannya untuk kembali ke performa terbaik masih menjadi tantangan yang sulit.

Pintu BAM Selalu Terbuka

Lee Chong Wei menegaskan bahwa ini bukan kali pertama BAM menawarkan dukungan kepada Zii Jia. Sebelumnya, BAM telah mengundangnya untuk mewakili Malaysia di Asian Games, tetapi Lee menolak karena merasa belum siap untuk kembali ke kompetisi besar. Chong Wei menghormati keputusan tersebut, “Kami menawarkannya kesempatan untuk bermain di Asian Games, tetapi dia merasa belum siap, jadi kami menghormati keputusannya.”

Namun, Chong Wei mengungkapkan kekecewaannya melihat Lee kembali mengalami kekalahan di turnamen yang lebih rendah. “Pintu BAM selalu terbuka. Dia bisa datang dan mendiskusikan masa depannya dengan kami kapan saja,” tegasnya, menambahkan bahwa keputusan akhir harus berasal dari Lee Zii Jia sendiri.

Chong Wei percaya bahwa sistem nasional dapat memberikan keuntungan bagi Lee. Program pelatihan yang terstruktur akan memberikan kesempatan untuk latihan berkualitas tinggi secara rutin, sementara akses ke mitra latih tanding yang kuat dapat membantu menciptakan kembali intensitas yang diperlukan saat menghadapi pemain-pemain papan atas di BWF World Tour. BAM juga dapat menyediakan dukungan yang lebih luas, termasuk pelatihan, pengkondisian fisik, ilmu olahraga, dan sumber daya kinerja lainnya, yang sangat berharga bagi seorang pemain yang berusaha pulih dari periode hasil yang tidak konsisten.

Keyakinan Ong Ewe Hock Terhadap Pemulihan Lee Zii Jia

Mantan pemain internasional Malaysia, Ong Ewe Hock, juga menyampaikan keprihatinan mengenai situasi Lee saat ini, namun ia percaya bahwa masih terlalu dini untuk membahas tentang pensiun. Ong meyakini Lee masih memiliki potensi untuk bersaing di level tinggi selama dua atau tiga tahun ke depan jika ia dapat mengatasi masalah yang mempengaruhi penampilannya. Ia menggambarkan situasi Lee sebagai seseorang yang terombang-ambing tanpa arah yang jelas, “Zii Jia seperti seseorang yang terombang-ambing di laut dengan perahu tanpa radar atau kapten. Tidak ada arah yang jelas, dan itu menyedihkan untuk dilihat.”

Ong menegaskan bahwa kualitas Lee masih ada, tetapi masalah yang dihadapinya tampaknya lebih berkaitan dengan kepercayaan diri dan aspek mental dalam kompetisi daripada kemampuan teknisnya.

Kekalahan di Vietnam Open ini merupakan lanjutan dari hasil mengecewakan lainnya di Korea Masters, di mana Lee tersingkir di babak pertama oleh sesama pemain profesional Malaysia, Eogene Ewe. Hasil-hasil tersebut semakin menambah tekanan pada Lee dalam usahanya untuk kembali ke level yang pernah membuatnya menjadi salah satu pemain penyerang paling berbahaya di dunia bulu tangkis. Meskipun kemampuan Lee tidak diragukan, tantangan terbesarnya adalah menemukan konsistensi yang diperlukan untuk tampil di level tersebut secara berkelanjutan.

Artikel Terkait