New York Liberty akan kembali berhadapan dengan Atlanta Dream pada laga terakhir musim reguler WNBA yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu malam (23/9) waktu setempat, atau Kamis pagi WIB. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi kedua tim sebelum memasuki fase playoff yang dimulai pada hari Minggu, meskipun keduanya sudah memastikan tempat di postseason.
Pada pertemuan sebelumnya, Dream berhasil mengalahkan Liberty dengan skor 95-84 di New York pada Senin (21/9). Kemenangan tersebut memastikan Atlanta menempati posisi empat besar dan mendapatkan keuntungan bermain di kandang pada putaran pertama playoff. Sementara itu, Liberty akan menjalani laga playoff pertama mereka di markas lawan dengan peringkat yang berkisar antara kelima hingga kedelapan.
Kekalahan yang Tidak Mengurangi Kepercayaan Diri
Kekalahan tersebut tidak mengurangi rasa percaya diri New York Liberty, yang merupakan juara WNBA 2024. Tim ini masih mempertahankan sebagian besar pemain dari skuad juara sebelumnya dan juga berhasil meraih kemenangan di final Commissioner’s Cup melawan Las Vegas Aces tahun ini. Dalam pertemuan pada Senin, Breanna Stewart tampil sebagai bintang dengan mencatatkan 27 poin dan 14 rebound, sehingga penonton meneriakkan “M-V-P” untuknya. Stewart juga menerima technical foul pertamanya sejak 2017 setelah mengajukan protes terhadap keputusan wasit terkait insiden dengan Angel Reese, di mana ia merasa dilanggar saat berebut bola pada momen krusial, tetapi wasit tidak memberikan peluit.
Musim ini, Stewart mencatat rata-rata 20,8 poin, 8,3 rebound, dan 3,3 assist per pertandingan. Intensitas permainan yang ditunjukkannya menjadi salah satu fokus New York Liberty menjelang playoff.
Modal Kemenangan Beruntun Atlanta
Di sisi lain, Atlanta Dream datang dengan modal empat kemenangan berturut-turut. Tim ini memiliki rekor 29-14 dan berpotensi menyamai rekor kemenangan terbanyak dalam satu musim dalam sejarah klub jika berhasil mengalahkan New York kembali. Rekor tersebut ditetapkan musim lalu. Meskipun Atlanta belum pernah meraih gelar juara WNBA, mereka telah mencapai final tiga kali, yaitu pada tahun 2010, 2011, dan 2013.
Angel Reese menjadi salah satu pemain kunci bagi Dream musim ini, mencatat 32 double-double, yang merupakan rekor WNBA untuk satu musim. Dalam kemenangan atas Liberty, Reese mencetak 18 poin dan 10 rebound, meskipun gagal memasukkan tiga percobaan tembakan tiga angka dan hanya berhasil empat dari delapan lemparan bebas. Rata-rata, Reese mencetak 16,6 poin dan 12,3 rebound per pertandingan. Namun, kekuatan Atlanta tidak hanya bergantung padanya. Lima pemain Dream berhasil mencetak dua digit pada laga Senin, termasuk DeWanna Bonner yang menyumbangkan 17 poin dari bangku cadangan.
Allisha Gray memimpin tim dalam rata-rata poin dengan 18,9, diikuti oleh Rhyne Howard dengan 18,0. Jordin Canada menjadi pemimpin assist dengan 7,3 per pertandingan, sementara Howard juga memimpin dalam steal dengan rata-rata 2,3. Dream tercatat sebagai tim dengan rata-rata steal tertinggi di WNBA, yaitu 9,0 per pertandingan. Pertahanan agresif yang ditunjukkan oleh Atlanta menjadi tantangan bagi New York, yang hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertemuan musim ini melawan Atlanta dan Golden State, dua tim yang memiliki karakter pertahanan serupa.