Pemain bulu tangkis asal Singapura, Loh Kean Yew, meskipun gagal melanjutkan langkahnya di babak 16 besar untuk kelima kalinya secara berturut-turut, tetap menemukan hal-hal positif menjelang Asian Games yang dijadwalkan berlangsung dari 19 September hingga 4 Oktober. Pada 3 September, Loh yang berada di peringkat 14 dunia kalah dari juara bertahan Weng Hongyang dengan skor 21-18, 11-21, 21-17 dalam pertandingan tunggal putra di turnamen China Masters yang memiliki total hadiah sebesar US$1,25 juta (S$1,6 juta) di Shenzhen Arena.
Setelah kekalahannya, Loh yang merupakan pemain peringkat 18 dunia akan bertanding melawan Jason Gunawan dari Hong Kong yang berada di peringkat 32 pada perempat final yang dijadwalkan pada 4 September. Meskipun pulang dengan hadiah uang sebesar US$3.750, Loh akan segera menuju Hong Kong untuk berlatih demi mempersiapkan diri menghadapi Asian Games 2026.
Pembelajaran dari Kekalahan
Pemain berusia 29 tahun ini, yang sebelumnya mencapai final KFF Singapore Open pada bulan Mei, menyatakan kepada The Straits Times: “Kami berdua bermain bagus tetapi dia mengelola momen-momen krusial lebih baik daripada saya. Di turnamen ini, saya merasa mampu merasakan hal-hal baru dan berbeda dalam permainan saya yang akan saya kembangkan, dan saya juga akan terus meningkatkan kemampuan fisik saya.”
Dalam pertandingan yang berlangsung selama 74 menit melawan Weng, yang merupakan pertemuan kedua mereka, Loh menunjukkan permainan yang menghibur dengan berbagai aksi spektakuler, termasuk penyelamatan belakang punggung dan tembakan sudut yang terarah dari kedua pemain.
Dukungan Pelatih dan Rencana Ke Depan
Asisten pelatih nasional, Vega Nirwanda, yang mendampingi Loh di Tiongkok, menilai bahwa Loh telah menunjukkan performa yang baik dengan mengalahkan pemain peringkat 6 dunia, Shi Yuqi, dalam dua set langsung di babak pertama dan memaksa Weng untuk bertanding hingga set penentu. Dia menambahkan: “Intensitas, ketahanan, dan semangat juang yang dia tunjukkan di kedua pertandingan melawan pemain tuan rumah sangatlah menggembirakan. Fokus kami dalam beberapa minggu ke depan adalah untuk meningkatkan konsistensinya dalam reli panjang dan membangun daya tahan fisiknya yang dibutuhkan untuk mempertahankan intensitas melawan pemain terbaik dunia. Kami akan bekerja keras untuk memastikan dia tiba di Asian Games dalam keadaan siap sepenuhnya dan mampu berkompetisi.”
Dengan waktu sekitar dua minggu menjelang Asian Games, sejumlah kejutan juga terjadi di China Masters 2026.