Jakarta - Luhut Binsar Pandjaitan, yang menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), memberikan apresiasi terhadap pencapaian tim atletik Indonesia di Kejuaraan Atletik 2026. Hasil meraih tiga medali ini menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki daya saing yang kuat.
Perlombaan berlangsung di New Clark City Athletic Stadium, Capas, Tarlac, Filipina, dari tanggal 10 hingga 14 Juni. Dalam ajang bertajuk The ICTSI Philippine Athletics Championships 2026, tim yang terdiri dari Emilia Nova, Dina Aulia, dan Abdul Hafiz berhasil membawa pulang satu medali emas dan dua medali perak.
Pencapaian Gemilang Emilia Nova
Sorotan utama tertuju kepada Emilia Nova yang berhasil meraih medali emas di nomor saptalomba heptathlon dengan total poin 5.110. Penampilannya yang menunjukkan ketahanan fisik dan konsentrasi yang tinggi menjadikannya bintang utama kontingen Indonesia.
Sementara itu, medali perak diraih oleh Dina Aulia dalam nomor lari gawang 100 meter putri dengan catatan waktu 13,63 detik, dan Abdul Hafiz juga menyumbangkan medali perak di lempar lembing putra dengan lemparan sejauh 68,49 meter.
Pentingnya Kejuaraan Internasional
"Keberhasilan Emilia, Dina, dan Hafiz di Filipina ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet kita memiliki daya saing yang patut diperhitungkan," ungkap Luhut dalam keterangan tertulisnya. Ia menekankan bahwa ajang kejuaraan internasional seperti ini adalah medium kalibrasi yang sangat penting, di mana kita dapat melihat secara objektif apa yang telah berhasil dan mana yang perlu diperbaiki untuk mematangkan persiapan menuju agenda-agenda besar berikutnya.
Prestasi di Filipina ini juga melengkapi tren positif yang ditunjukkan oleh tim atletik Indonesia sejak bulan Mei lalu. Sebelumnya, Diva Renatta Jayadi berhasil meraih medali perak di 1st Asian Jumps Championships 2026 yang berlangsung di Chongqing, China, dengan lompatan sejauh 4,35 meter. Selain itu, ia juga meraih medali perunggu di Busan International Pole Vault Meeting 2026 di Korea Selatan dengan lompatan 4,20 meter. Di ajang yang sama, Idan Fauzan Richsan menempati posisi ketujuh dalam nomor lompat galah putra dengan jarak 5,20 meter.
Luhut menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar sektor untuk menjaga keberlanjutan program pengiriman atlet ke luar negeri. "Sinergi inilah yang memberi kami ruang untuk terus mengakselerasi jam terbang para atlet, memastikan mentalitas dan daya saing mereka di panggung internasional tetap tajam dan terjaga," tutup Luhut.