Logo
Berita Olahraga

Mandiri Jogja Marathon 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 akan berlangsung pada 21 Juni 2026 di Candi Prambanan, Yogyakarta, dan diharapkan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah dengan melibatkan 10.200 pelari d...

D
Dhearatika Jaya
18 June 2026 10 pembaca
Foto: detikcom/Novitasari Dewi S.
Foto: detikcom/Novitasari Dewi S.

Mandiri Jogja Marathon (MJM) akan kembali diselenggarakan pada tahun 2026, tepatnya pada hari Minggu, 21 Juni, di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Acara ini diprediksi akan memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian setempat, dengan mencatatkan rekor peserta sebanyak 10.200 pelari yang berasal dari 17 negara.

MJM 2026 mengusung tema "More Than a Race," yang terdiri dari empat aspek penting, yaitu pengalaman berlari yang ikonik, perayaan budaya, perjalanan wisata ke Yogyakarta, serta dampak sosial dan ekonomi. Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan bahwa MJM 2026 berfungsi sebagai platform untuk memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan, sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Sinergi untuk Ekonomi Daerah

Adhika menekankan bahwa MJM merupakan hasil kolaborasi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemerintah daerah. "Kami ingin setiap langkah pelari memberikan dampak yang nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race," ujarnya dalam konferensi pers MJM 2026 yang berlangsung di Yogyakarta pada 18 Juni 2026.

Dia juga mengungkapkan hasil evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya, di mana daya beli masyarakat di Yogyakarta meningkat dari 3% menjadi 7% setelah adanya Jogja Marathon. "Program-program yang kami laksanakan ternyata berhasil menumbuhkan transaksi di Yogyakarta dan juga mendukung UMKM," tambahnya.

Dampak Positif Terhadap Sektor Pariwisata

Menurut riset dari Mandiri Institute, penyelenggaraan MJM secara konsisten mendorong peningkatan daya beli masyarakat selama tiga tahun berturut-turut. Sebagai contoh, pada MJM 2025, pertumbuhan belanja di Provinsi DIY selama minggu pelaksanaan tercatat sebesar 11,6%, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan mingguan normal yang hanya 0,8%. Secara bulanan, Yogyakarta mencatat pertumbuhan belanja sebesar 7% pada bulan penyelenggaraan MJM, yang merupakan yang tertinggi di antara provinsi-provinsi lain yang dipantau.

Hasil riset di tahun yang sama juga menunjukkan peningkatan signifikan di sektor pariwisata dan sektor terkait. Sektor transportasi mengalami pertumbuhan sebesar 21,9%, restoran dan kuliner meningkat 10,1%, perhotelan naik 6,4%, dan belanja perjalanan bertambah 5,6%.

"MJM membuktikan bahwa olahraga, budaya, dan pariwisata dapat saling bersinergi untuk menggerakkan ekonomi daerah. Yogyakarta mendapatkan keuntungan dari lonjakan okupansi hotel, kuliner, dan transportasi setiap kali acara ini diselenggarakan," kata Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta, Imam Pratanadi.

Artikel Terkait