Masamichi Yabuki, petinju asal Jepang dan juara dunia IBF kelas terbang, mengungkapkan keinginannya untuk menghadapi tantangan yang lebih besar setelah berhasil mempertahankan gelarnya pada akhir pekan lalu. Yabuki kini berfokus pada kemungkinan pertarungan unifikasi atau bahkan naik kelas demi mengejar gelar dunia di divisi ketiga dalam kariernya.
Dalam pertarungan terakhirnya, Yabuki sukses mempertahankan sabuk IBF setelah mengalahkan Rene Calixto melalui keputusan angka dalam duel yang berlangsung dengan ketat. Meskipun berhasil menjatuhkan lawannya dua kali di ronde awal dan mengendalikan sebagian besar jalannya pertarungan, Yabuki merasa tidak puas dengan penampilannya. Ia menyatakan, "Saya terlalu tegang setelah memulai pertarungan dengan baik. Keinginan saya untuk terus menekan justru menjadi bumerang. Dengan penampilan seperti ini saya tidak bisa banyak bicara. Saya kecewa, tetapi itu berarti saya masih bisa berkembang."
Mencari Pertarungan Besar
Yabuki kini mengarahkan perhatian pada pertarungan besar melawan sesama juara dunia. Salah satu nama yang menarik minatnya adalah Andrew Moloney, yang baru saja merebut gelar IBF kelas bantam super junior. Moloney berhasil meraih sabuk tersebut setelah mengalahkan Willibaldo Garcia melalui keputusan split decision dalam laga yang berlangsung pada kartu pertandingan yang sama dengan pertarungan Yabuki.
Walaupun tidak dapat menyaksikan pertarungan Moloney secara penuh karena fokus pada persiapannya sendiri, Yabuki sempat bertemu dan berfoto bersama petinju asal Australia tersebut setelah acara berakhir. Ia menegaskan, "Jika Moloney ingin bertarung, saya siap kapan saja." Yabuki juga menambahkan, "Saya melihat dia sebagai petinju yang sangat teknis. Dia pernah bertarung selama 12 ronde melawan Junto Nakatani. Jika saya ingin bertarung di kelas 115 pon, saya harus meningkatkan kekuatan fisik dan kondisi tubuh saya."
Perjalanan Karier dan Rencana Ke Depan
Masamichi Yabuki merupakan juara dunia tiga kali di dua kelas berbeda. Sejak memulai karier profesionalnya pada 2016, ia sering berpindah antara kelas terbang ringan dan kelas terbang. Pertarungan terakhirnya di kelas terbang ringan terjadi pada Oktober 2024, ketika ia menghentikan Sivenathi Nontshinga pada ronde kesembilan. Lima bulan setelah itu, ia naik ke kelas terbang dan merebut gelar IBF setelah mengalahkan Angel Ayala melalui kemenangan TKO pada ronde terakhir.
Saat ini, kondisi di divisi kelas terbang menjadi salah satu alasan Yabuki mempertimbangkan opsi lain. Beberapa juara dunia di kelas tersebut belum memiliki jadwal pasti untuk pertarungan berikutnya, sehingga Yabuki tidak ingin menunggu terlalu lama. Ia berharap dapat kembali bertarung sekitar bulan Oktober mendatang dan menegaskan bahwa ia terbuka untuk menghadapi siapa saja, asalkan lawannya adalah seorang juara dunia. "Saya tidak peduli siapa lawannya. Selama saya bisa melawan seorang juara, baik di kelas yang sama maupun kelas yang lebih tinggi, saya siap," tegas Yabuki.