Barry McGuigan mengomentari kekalahan Fabio Wardley dalam pertarungan melawan Daniel Dubois, yang merupakan laga pertamanya dalam mempertahankan gelar juara dunia. Wardley sebelumnya berhasil meraih status juara penuh setelah mengalahkan Joseph Parker pada bulan Oktober. Dalam pertarungan tersebut, petinju asal Ipswich ini sempat tertinggal dalam penilaian angka, namun berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan KO di ronde akhir, mirip dengan pertarungannya melawan Justis Huni.
Dalam pertarungan melawan Dubois, Wardley terlihat lebih aktif, mengingat lawannya tidak bertanding sejak Agustus tahun lalu, ketika ia kalah untuk kedua kalinya dari juara tak terbantahkan dua divisi, Oleksandr Usyk. Dubois menunjukkan tanda-tanda kurangnya pengalaman bertanding, dengan terjatuh dalam 10 detik pertama ronde pertama dan kembali tersungkur di ronde ketiga. Namun, kedua knockdown tersebut tidak terlalu berdampak berat. Setelah itu, petinju yang dijuluki “DDD” ini bangkit dan mulai mengendalikan tempo dengan jab, sebelum melancarkan serangan yang lebih keras.
Perjuangan Wardley di Ronde Akhir
Wardley menunjukkan semangat juang yang tinggi meskipun mengalami cedera serius di area mata dan hidung. Meskipun ia tidak terjatuh selama pertarungan, akhirnya pertandingan dihentikan pada awal ronde ke-11.
Peringatan dari McGuigan
Dalam wawancara dengan Seconds Out, McGuigan memberikan penilaian yang tegas mengenai kemungkinan pertarungan ulang antara kedua petinju tersebut. Ia menyatakan, “Saya benar-benar tidak berpikir dia harus mengambil rematch itu. Terlalu berbahaya. Dia menerima terlalu banyak hukuman dan itu sangat parah. Jika saya jadi dia, saya tidak akan pernah bertarung lagi.”
Kemenangan ini mengantarkan Dubois meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Setelah pertarungan, ayah Dubois menyebutkan bahwa bintang muda Moses Itauma menjadi target berikutnya.