Logo
Olahraga Lain

Moses Itauma Ceritakan Pengalaman Menghadapi Mariusz Wach dalam Sparring

Moses Itauma, petinju kelas berat asal Inggris, berbagi pengalaman menarik saat berlatih dengan Mariusz Wach, mantan lawan yang datang untuk membalas kekalahan sebelumnya. Ia mengungkapkan tekanan yan...

A
Anggun Ratnasari
07 July 2026 22 pembaca
Moses Itauma
Moses Itauma

Prospek tinju kelas berat dari Inggris, Moses Itauma, baru-baru ini mengungkapkan pengalaman menarik yang dialaminya selama program pemusatan latihan. Petinju berusia 21 tahun ini menyatakan bahwa salah satu mantan lawannya datang ke kamp latihan dengan niat untuk membalas kekalahan yang pernah dialaminya.

Itauma dikenal sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di divisi kelas berat, dengan sebagian besar pertarungannya berakhir dengan cepat, termasuk kemenangan TKO atas Jermaine Franklin pada bulan Maret lalu. Dalam pertarungan tersebut, Franklin dijatuhkan dua kali sebelum wasit menghentikan pertandingan pada ronde kelima. Meskipun sering meraih kemenangan dengan relatif mudah, Itauma mengaku bahwa tekanan terbesar justru ia rasakan saat menjalani sesi sparring.

Persiapan untuk Pertarungan Besar

Saat ini, Itauma tengah bersiap menghadapi tantangan terberat dalam karier profesionalnya, di mana ia dijadwalkan bertarung melawan Filip Hrgovic di O2 Arena, London, pada 29 Agustus. Hrgovic adalah peraih medali perunggu Olimpiade dan termasuk dalam jajaran petinju teratas di kelas berat.

Dalam sebuah wawancara dengan DAZN, Itauma mengenang persiapannya menjelang pertarungan melawan Dillian Whyte yang dijadwalkan pada Agustus 2025. Untuk meningkatkan kemampuannya, ia mengundang veteran Polandia, Mariusz Wach, sebagai partner sparring. Menurut Itauma, kedatangan Wach bukan sekadar untuk membantu, melainkan untuk membalas kekalahan yang pernah dialaminya.

"Menjelang pertarungan melawan Dillian Whyte, saya mendatangkan Mariusz Wach ke kamp latihan. Dia bahkan tidak bertanya berapa bayaran yang akan diterima atau akan menginap di mana. Orang itu datang hanya untuk membalas dendam," ungkap Itauma.

Tekanan dalam Sesi Sparring

Itauma menduga bahwa Wach masih menyimpan keinginan untuk membalas kekalahan setelah dihentikannya pada ronde kedua dalam pertarungan mereka di tahun 2024. "Saya sudah menyelesaikan enam ronde bersama dua partner sparring lain. Lalu Mariusz masuk, dan dia benar-benar mencoba melepas kepala saya," kata Itauma sambil tertawa.

Pernyataan ini menunjukkan betapa kerasnya persiapan yang dijalani oleh Itauma sebelum memasuki pertandingan. Bagi petinju muda ini, kualitas lawan sparring sangat penting dalam membentuk mental dan kemampuan bertanding di level elit.

Sementara itu, Mariusz Wach, yang kini berusia 46 tahun, masih aktif bertinju dan dijadwalkan untuk menghadapi mantan juara dunia Tyson Fury pada 24 Juli di Pattaya, Thailand. Pertandingan tersebut diperkirakan akan menjadi laga pemanasan bagi Fury sebelum menghadapi lawan yang lebih berat.

Artikel Terkait