Grand Prix Australia yang berlangsung di Phillip Island akhir pekan lalu menyuguhkan drama mengejutkan akibat perubahan cuaca yang tidak menguntungkan bagi Aprilia, menurut tim Ducati. Meskipun di kondisi kering motor RS-GP milik Aprilia menunjukkan kecepatan yang mengesankan, cuaca ternyata tidak berpihak kepada mereka.
Pada sesi latihan yang diadakan pada hari Jumat, Marco Bezzecchi dari Aprilia menunjukkan dominasi dengan catatan waktu 1-2-4-5, yang mengisyaratkan bahwa mereka berpotensi menguasai balapan. Namun, pada hari Sabtu, Ducati berhasil merebut posisi terdepan dengan Marc Marquez yang meraih pole position dalam kualifikasi yang berlangsung di kondisi basah, serta memimpin podium dalam sprint saat cuaca kembali kering.
Analisis Tim Ducati
Davide Tardozzi, manajer tim Ducati, berpendapat bahwa hasil sprint tidak mencerminkan kekuatan sebenarnya dari para pembalap. Ia menekankan kecepatan Jorge Martin sebelum terjatuh serta usaha Marco Bezzecchi yang berhasil melaju dari posisi kesembilan ke posisi keempat, sebagai bukti bahwa Aprilia tetap memiliki keunggulan dalam hal kecepatan.
Dalam sprint di Phillip Island, duel antara Marquez dan Martin menjadi sorotan utama, di mana keduanya saling bertukar posisi beberapa kali. Sayangnya, Martin mengalami beberapa kesalahan dan terjatuh pada lap ke-8, yang menyebabkan cedera pada lengannya. Namun, hasil CT scan menunjukkan bahwa fraktur pada radiusnya tidak berpindah, sehingga ia tidak perlu menjalani operasi segera dan masih memiliki kesempatan untuk ikut balapan di Malaysia minggu ini.
Persaingan Menuju Gelar Juara
Dengan dibatalkannya balapan jarak penuh pada hari Minggu, Marquez kini berada di puncak klasemen dengan selisih 10 poin dari Martin, sedangkan Bezzecchi tertinggal 50 poin di posisi ketiga. Tersisa empat putaran dalam musim ini, termasuk Grand Prix Qatar yang dijadwalkan pada 8 November.
Meskipun Marquez semakin memperkuat peluangnya untuk meraih gelar dunia ke-10, Ducati menegaskan bahwa persaingan belum berakhir. Tardozzi menyatakan bahwa baik Martin maupun Bezzecchi tetap menjadi ancaman serius, tergantung pada kondisi Martin dan potensi Bezzecchi untuk memenangkan setiap balapan yang tersisa. Pertarungan di Sepang dan Qatar akan menjadi penentu dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.