Partizan Belgrade telah mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka resmi menandatangani kontrak dengan Derek Willis sebagai pemain power forward untuk dua musim mendatang. Klub asal Belgrade ini mengonfirmasi berita tersebut melalui platform media sosial mereka.
Derek Willis, yang memiliki tinggi 2,05 meter dan berusia 31 tahun, sebelumnya bermain untuk Paris Basketball. Selama musim lalu, ia mencatatkan rata-rata 5,8 poin dan 3,9 rebound dalam 16 menit bermain di 27 pertandingan. Selain itu, Willis juga berhasil menyumbang 7,8 poin dan 4,8 rebound di Liga Prancis, membantu timnya mencapai final playoff.
Pengalaman di Eropa dan Karier Sebelumnya
Musim lalu merupakan tahun ketiga Willis berkompetisi di EuroLeague, setelah sebelumnya menghabiskan dua musim bersama Anadolu Efes Istanbul. Selama waktu tersebut, ia memiliki persentase tembakan tiga poin yang cukup mengesankan, yaitu 39,5%.
Willis memulai kariernya di dunia bola basket di Universitas Kentucky, di mana ia bermain bersama beberapa pemain yang kini berkiprah di EuroLeague, seperti Trey Lyles dan Hamidou Diallo. Ia berkontribusi besar dalam membantu Wildcats meraih kemenangan di Turnamen Southeastern Conference pada tahun 2015, 2016, dan 2017, serta mencapai babak Final Four Turnamen NCAA pada tahun 2015.
Langkah Profesional dan Misi di Partizan
Karier profesionalnya dimulai dengan Grand Rapids Drive di G League, sebelum ia melanjutkan ke Eropa dengan bergabung bersama BG Goettingen di Jerman pada tahun 2018. Debutnya di EuroCup terjadi di musim berikutnya bersama ratiopharm ulm. Setelah itu, Willis bermain satu musim di masing-masing klub, termasuk Brindisi di Italia dan Joventut Badalona di Spanyol, sebelum bergabung dengan Efes pada tahun 2023 untuk merasakan EuroLeague untuk pertama kalinya.
Willis juga pernah mewakili Tim AS dalam babak kualifikasi Piala Dunia Bola Basket 2019. Di Eropa, trofi pertama yang berhasil diraihnya adalah Piala Super Turki 2024 bersama Efes, dan ia berambisi untuk menambah koleksi trofi tersebut di Belgrade. Di Partizan, Willis akan kembali bermain bersama rekan setimnya dari Paris, Lamar Stevens.
Menjadi salah satu dari sedikit pemain EuroLeague yang memiliki latar belakang penduduk asli Amerika, Willis telah menyatakan keinginannya untuk menginspirasi generasi muda dari komunitas tersebut. Ia juga menunjukkan kebanggaannya terhadap budaya keluarganya melalui beberapa tato yang terukir di tubuhnya.