Mantan bintang NBA, Patrick Beverley, mengungkapkan pengalaman awalnya yang penuh tantangan saat memulai karier profesional di Ukraina. Dalam sebuah podcast berjudul Out The Mud, ia menjelaskan bagaimana pengalaman tersebut berkontribusi pada mentalitas yang ia bawa sepanjang kariernya.
"Saya mendapat panggilan untuk bermain di Ukraina—liga divisi dua Ukraina," kata Beverley. "Saya langsung naik pesawat itu secepat mungkin. Saya ingin segera pergi dari sana." Pada tahun 2008, Beverley meninggalkan Arkansas dan bergabung dengan BC Dnipro di Ukraina. Selama musim 2008-2009, ia tampil dalam 46 pertandingan dengan rata-rata 16,7 poin, 7,0 rebound, 3,6 assist, 2,2 steal, dan 1,3 block.
Pengalaman yang Membentuk Mentalitas
Beverley menjelaskan bahwa pengalaman bermain di Ukraina membantunya memahami latar belakang gaya bermainnya. "Saat mendengar latar belakang cerita ini dan memahami alasan di balik gaya bermain saya, semuanya jadi masuk akal," ungkapnya. "Masuk akal jika saya merayakan setiap kemenangan kecil. Saya menghargai setiap kemenangan kecil itu."
Musim yang dijalani Beverley di Ukraina pada akhirnya membawanya kembali ke perhatian NBA. Ia terpilih sebagai pilihan ke-42 oleh Los Angeles Lakers dalam Draft NBA 2009, meskipun hak drafnya kemudian ditukarkan ke Miami Heat.
Perbedaan Pengalaman di Liga
Beverley mengenang betapa berbeda pengalaman profesional pertamanya dibandingkan dengan yang ia alami di NBA. "Saya pergi ke Ukraina dan coba bayangkan—liga divisi dua Ukraina. Bukan divisi satu," ujarnya. "Tidak ada pesawat, tidak ada bus. Kami bepergian ke mana-mana naik kereta," tambahnya.
"Maksud saya, perjalanan kereta yang memakan waktu hingga 21 jam. Saya mendatangi tempat-tempat yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Penghasilan saya mungkin cuma 6.000 sebulan. Saya tidak peduli. Saya hanya fokus bermain basket. Saya makan sup borscht. Saya benar-benar menjalaninya dengan serius."