Jakarta - Karier seorang atlet biasanya tidak berlangsung lama. Oleh karena itu, sangat penting bagi pesepakbola muda untuk mendapatkan pendidikan finansial sejak dini agar masa depan mereka lebih terjamin. Banyak mantan atlet yang, meskipun pernah meraih kesuksesan dan memiliki kekayaan, harus menghadapi kesulitan di masa pensiun. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya, di mana beberapa dari mereka bahkan terpaksa menjual barang-barang kenangan dari masa kariernya untuk bertahan hidup.
Inisiatif pendidikan finansial ini diusung oleh Allianz Indonesia melalui program Allianz MoveNow Camp - Indonesia Edition 2026. Program ini merupakan bagian dari inisiatif sosial global Allianz yang bekerja sama dengan gerakan Olimpiade untuk mendorong generasi muda agar aktif bergerak dan berkembang, serta membangun karakter melalui olahraga. Allianz telah menjadi mitra asuransi resmi global untuk Gerakan Olimpiade dan Paralimpiade sejak tahun 2021 hingga 2032, dan MoveNow Camp ini mencakup tiga pilar utama: Move the Mind (pengembangan pikiran), Move the Body (aktivitas fisik), dan Move Society (kontribusi kepada masyarakat).
Pelatihan Sepakbola untuk Talenta Muda
Di Indonesia, program ini telah dimulai sejak tahun 2024 dan fokus pada pelatihan sepakbola bagi talenta muda, memberikan pengalaman berlatih yang setara dengan pemain profesional. Selain mengasah kemampuan bermain, para peserta juga diajarkan tentang kepercayaan diri, ketahanan mental, disiplin, kerja sama, serta pengelolaan risiko dan keuangan untuk persiapan masa depan. Tahun ini, lebih dari 400 remaja dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya mendaftar untuk mengikuti program ini, dan dari proses seleksi, 30 remaja berusia 14-16 tahun terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif pada 17-18 Oktober 2026 di Lapangan ABC GBK, Senayan, Jakarta.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, Allianz MoveNow Camp memperluas jangkauan seleksi peserta ke tiga kota. Program tahun ini menghadirkan pelatih-pelatih ternama seperti Indra Sjafri, Bambang Pamungkas, Nova Arianto, dan Arkhan Kaka. Setiap pelatih membawa perspektif yang berbeda dalam pengembangan pemain muda, di mana Indra Sjafri memberikan pembekalan mengenai fondasi pengembangan pemain, disiplin, dan pengambilan keputusan, sementara Bambang Pamungkas berbagi pengalaman tentang profesionalisme, mentalitas, dan kepemimpinan.
Menghubungkan Olahraga dengan Literasi Finansial
Selain pelatihan teknik, peserta juga mengikuti sesi literasi finansial melalui permainan papan Allianz Smart Plan Board Game. Dalam sesi ini, mereka belajar menyusun prioritas, mengelola arus kas, memahami risiko, serta mengenali konsekuensi dari pinjaman online. Sesi ini mengaitkan prinsip pengambilan keputusan di lapangan dengan kehidupan sehari-hari, menunjukkan bahwa setiap pilihan finansial memerlukan kemampuan untuk membaca situasi dan mempertimbangkan risiko.
Program ini diakhiri dengan pertandingan persahabatan yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan teknik, pemahaman taktis, serta kerja sama tim yang telah mereka pelajari. Harapannya, para peserta tidak hanya menjadi pemain yang terampil di lapangan, tetapi juga mampu membangun kebiasaan aktif, disiplin, dan tanggung jawab dalam pengambilan keputusan, yang akan menjadi fondasi bagi perkembangan mereka di dalam maupun di luar lapangan.