Logo
Sepakbola

Permohonan Maaf Ferry Indrasjarief Terkait Insiden Penyerangan Bus Persib

Ferry Indrasjarief, mantan Ketua Umum The Jakmania, menyampaikan permohonan maaf atas insiden penyerangan bus Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung yang terjadi di Jawa Tengah. Ia berharap kejadian s...

A
Atha Aziz
14 October 2026 19 pembaca
Mantan Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief(KOMPAS.com/Pratama Yudha)
Mantan Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief(KOMPAS.com/Pratama Yudha)

Mantan Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indrasjarief, telah mengungkapkan permohonan maafnya terkait insiden penyerangan yang menimpa bus Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026). Permohonan maaf ini ditujukan kepada Persib, para suporter, serta masyarakat sepak bola Indonesia, termasuk I.League sebagai operator liga nasional, atas kejadian yang mencoreng momen pembukaan kembali akses bagi suporter tandang.

"Pertama mungkin saya mau minta maaf, terutama kepada Persib Bandung, suporternya, dan kepada masyarakat sepak bola Indonesia, pada PT LIB, pada liga, semua," ungkap Ferry saat ditemui di Jakarta pada Selasa (13/10/2026). Ia juga menambahkan, "Saya minta maaf kalau kejadian ini membuat semua merasa tidak nyaman di saat PT LIB dan liga sudah membuka lagi keran untuk tandang, ternyata ada kejadian seperti ini. Saya minta maaf untuk itu."

Keprihatinan atas Insiden

Ferry mengekspresikan rasa keprihatinannya mengenai insiden tersebut, terutama di tengah upaya untuk menyatukan seluruh suporter dengan membuka kembali akses dukungan saat bertanding di kandang lawan. Ia berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, salah satunya melalui pengelolaan keberangkatan suporter yang lebih teratur.

"Selanjutnya, paling saya banyak komunikasi dengan pimpinan Jakmania saat ini, bagaimana mengelola keberangkatan suporter untuk ke depannya seperti apa," jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa keputusan mengenai hal ini ada di tangan Ketua Umum The Jakmania saat ini, Muhammad Aditya Putra. "Keputusan tetap di Adit. Dia juga sempat bertanya ke saya, meminta pendapat. Saya sudah mengajukan pendapat," tambah Ferry.

Detail Insiden Penyerangan

Insiden penyerangan tersebut terjadi saat rombongan bus tim Persib Bandung U18 Elite Pro Academy (EPA) dalam perjalanan pulang ke Bandung setelah melakoni laga tandang melawan Garuda United di Solo pada Sabtu (10/10/2026). Di saat yang bersamaan, oknum suporter Persija juga sedang dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta setelah menyaksikan pertandingan tandang melawan PSIM Yogyakarta. Penyerangan ini menyebabkan kerusakan pada bus, termasuk pecahnya kaca-kaca kendaraan.

Dalam kejadian tersebut, Media Officer Persib EPA, Pandu Persada, juga mengalami kekerasan fisik karena tertinggal dari rombongan bus saat insiden berlangsung. Selain itu, Persib melaporkan adanya penjarahan terhadap koper tim dan ofisial mereka dalam insiden ini.

Artikel Terkait