Persija Jakarta mendesak Komite Disiplin PSSI untuk menindaklanjuti tindakan diskriminasi yang dialami pelatih Shin Tae-yong. Insiden ini telah dilaporkan oleh manajemen klub setelah peristiwa tersebut terjadi saat pertandingan melawan Java United.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada hari Sabtu (19/9/2026), berlangsung dengan tensi tinggi. Terjadi ketegangan antara ofisial dari kedua tim, yang berujung pada pernyataan diskriminatif yang ditujukan kepada Shin Tae-yong oleh Direktur Teknik Java United, Achmad Resal Octavian.
Persija Melaporkan Insiden ke PSSI
Manajemen Persija telah melaporkan kejadian tersebut kepada Komite Disiplin PSSI dan berharap agar insiden ini ditangani dengan serius sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Selasa (22/9), Persija menyatakan, "Saat ini Persija menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian atas insiden di laga tersebut kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku."
Persija juga menekankan keyakinan bahwa setiap kejadian dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang ada di lapangan.
Ucapan Diskriminatif yang Dilontarkan
Dalam insiden tersebut, Achmad Resal Octavian melontarkan ucapan yang tidak menyenangkan kepada Shin Tae-yong dengan menyebutnya sebagai "pendatang." Ketegangan yang terjadi sempat membuat pertandingan terhenti beberapa kali, dan wasit mengeluarkan kartu kuning kepada ofisial tim yang terlibat dalam adu mulut tersebut.
Persija berharap agar tindakan tegas diambil untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.