Kristian Prenga hampir membuat salah satu kejutan terbesar dalam sejarah tinju kelas berat saat bertemu Anthony Joshua pada hari Sabtu lalu. Petinju asal Albania yang berusia 35 tahun ini memasuki pertarungan dengan catatan 21 pertandingan profesional, di mana sebagian besar kemenangannya diraih melalui KO, meskipun lawan-lawan yang dihadapi sebagian besar memiliki level yang lebih rendah. Salah satu kemenangan paling signifikan dalam kariernya adalah saat mengalahkan petinju asal Amerika Serikat, Joey Dawejko, pada Oktober 2024.
Prenga dipilih sebagai lawan comeback bagi Joshua, yang belum bertanding sejak meraih kemenangan KO atas Jake Paul pada bulan Desember tahun lalu. Setelah pertarungan tersebut, Joshua mengalami kecelakaan mobil yang merenggut nyawa dua sahabat dekat dan anggota timnya. Pertarungan melawan Prenga menjadi ajang persiapan bagi mantan juara dunia dua kali tersebut sebelum menghadapi Tyson Fury di akhir tahun ini.
Awal Pertarungan yang Mengejutkan
Namun, laga tersebut berjalan di luar ekspektasi pada awalnya. Joshua terjatuh dua kali di ronde pertama. Memasuki ronde kedua, ia menunjukkan performa yang lebih agresif dan berhasil melancarkan kombinasi pukulan di akhir ronde yang membuat Prenga terjatuh. Prenga tidak mampu bangkit sebelum hitungan wasit selesai.
Rencana Prenga Sebelum Pertarungan
Dalam wawancara dengan Boxing King Media, Prenga mengungkapkan harapannya sebelum pertarungan. “Saya pikir saya akan menjatuhkannya, dan juga di ronde kedua, tapi itu tidak terjadi,” ujarnya. Ketika ditanya apakah ia memang merencanakan untuk memulai dengan cepat seperti yang terjadi di ronde pertama, Prenga menjawab, “Ya, saya berlatih untuk itu. Rencana saya adalah memulai dengan cepat. Saya ingin membuat semua orang bangga, tapi itu tidak terjadi.”
Saat ini, Joshua telah mengalihkan fokusnya untuk menghadapi Fury, setelah ‘The Gypsy King’ berhasil mengalahkan Mariusz Wach pada hari Jumat lalu.