Jakarta - Putri Kusuma Wardani memasuki Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 dengan semangat tinggi setelah meraih kemenangan melawan Wang Zhi Yi. Pebulutangkis tunggal putri Indonesia ini menilai bahwa keberhasilannya tersebut memberikan dorongan kepercayaan diri dan menekankan pentingnya menjaga mental dan pikiran selama pertandingan.
Baru-baru ini, Putri menyelesaikan serangkaian turnamen BWF World Tour, yaitu Japan Open 2026 (Super 750) dan China Open 2026 (Super 1000). Dari kedua ajang tersebut, atlet yang kini menduduki peringkat keenam dunia ini mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga untuk persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah saat berhasil mengalahkan Wang Zhi Yi, pebulutangkis asal China yang berada di peringkat ketiga dunia. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Putri setelah delapan kali pertemuan sebelumnya.
"Sejauh ini alhamdulillah sudah mulai latihan lagi, karena baru pulang juga minggu kemarin. Jadi untuk persiapannya kurang lebih sama seperti menjelang Japan Open. Kekurangan-kekurangan dari dua minggu pertandingan kemarin sekarang sedang saya benahi dan ditambah lagi dalam latihan," ungkap Putri saat dijumpai di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Mental dan Pikiran sebagai Kunci Sukses
Putri menekankan bahwa evaluasi yang paling penting setelah mengikuti dua turnamen tersebut adalah tidak hanya dari segi teknik, tetapi juga mental dan pengelolaan pikiran di lapangan. Ia percaya bahwa faktor-faktor ini berkontribusi pada penampilannya yang lebih baik di Japan Open, termasuk saat menembus semifinal dan mengalahkan Wang Zhi Yi. Kemenangan tersebut menjadi motivasi besar bagi Putri menjelang Kejuaraan Dunia.
"Saya juga bisa mengalahkan Wang Zhi Yi karena mental dan pikiran saya benar-benar terjaga saat itu," tambahnya. "Kemenangan itu membuat saya lebih percaya diri sih karena bisa mengalahkan Wang Zhi Yi. Itu membuat saya bangga dengan diri sendiri. Dan paling utama tetap soal mental dan pikiran," jelasnya. "Di setiap pertandingan nanti saya akan terus menekankan hal itu karena sangat berpengaruh, apalagi ketika menghadapi pemain-pemain top 5 atau top 10 dunia."
Pentingnya Dukungan Pelatih
Putri juga menyampaikan bahwa pelatih tunggal putri PBSI, Imam Tohari, selalu mengingatkannya untuk menjaga emosi dan suasana hati selama bertanding. Ia merasa masukan tersebut sangat membantu, terutama saat menghadapi pertandingan yang berat.
"Biasanya Pak Imam selalu mengingatkan soal bagaimana mengelola suasana dan mental saat berada di lapangan. Itu sangat berpengaruh," ujarnya. "Bahkan saat pertandingan kedua melawan Wang Zhi Yi, saya sempat diingatkan cukup keras oleh Pak Imam soal bagaimana menjaga mental dan suasana di lapangan. Itu ternyata sangat membantu," tegas Putri.
Dengan pengalaman yang didapat dari Japan Open dan China Open, Putri berharap dapat tampil lebih konsisten di Kejuaraan Dunia 2026 dan bersaing kembali dengan para pemain elite dunia.