Real Madrid memberikan tanggapan atas pernyataan Presiden LaLiga, Javier Tebas, yang menanggapi tuduhan konspirasi terhadap klub tersebut. Los Blancos menegaskan perlunya pemilihan pemimpin baru di LaLiga.
Kekalahan 1-2 yang dialami Madrid dari Atletico Madrid dalam laga derby akhir pekan lalu membuat klub merasa dirugikan. Dalam laporan resmi pertandingan, Madrid menyebutkan bahwa 'Kepemimpinan wasit yang buruk menentukan hasil laga derby'. Pelatih Jose Mourinho juga mengkritik wasit Miguel Angel Ortiz Arias, menilai seharusnya Cristian Romero dan Lee Kang-in menerima kartu merah.
Reaksi Madrid Terhadap Kontroversi
Kontroversi ini memicu artikel di media Spanyol yang membahas dugaan konspirasi untuk menghalangi langkah Madrid. Menanggapi hal ini, Tebas menyatakan, "Mengklaim bahwa wasit diarahkan agar melawan Real Madrid itu seperti hidup di galaksi lain. Memang lebih enak menuding ke adanya konspirasi ketimbang menjelaskan apa yang terjadi di lapangan."
Madrid menilai komentar tersebut tidak layak diucapkan oleh seorang presiden LaLiga. Dalam pernyataannya, Madrid menyatakan, "Klub kami menganggap sangat tidak bisa ditoleransi bahwa presiden LaLiga menggunakan posisi institusionalnya untuk terus mendiskreditkan dan menyerang Real Madrid seperti yang ia lakukan di setiap intervensi publiknya."
Panggilan untuk Pemimpin Baru
Madrid juga mengekspresikan keprihatinan mengenai sikap Tebas yang terus menerus menjadikan klub mereka sebagai sasaran serangan publik. "Mengingat perilaku tidak pantas yang terus berulang ini, kami percaya bahwa sepakbola profesional di Spanyol sangat butuh sosok pemimpin yang mampu mengelolanya dan mengembangkan potensi maksimalnya dengan memegang prinsip netralitas," lanjut pernyataan tersebut.
Klub ini menegaskan pentingnya memiliki seorang pemimpin yang memahami perannya, yaitu sebagai manajer yang melayani klub-klub anggotanya, bukan sebagai pemilik kompetisi. "Klub-klub membutuhkan sosok yang menjalankan misi ini dengan kejujuran," tutup pernyataan Madrid.