Menjelang pertandingan di Inggris, pelatih AC Milan, Ruben Amorim, ditanya mengenai hubungannya dengan Manchester United. Amorim menegaskan bahwa ia tidak merasa sakit hati terhadap mantan klubnya tersebut.
Amorim menjabat sebagai pelatih Manchester United sejak November 2024, namun ia dipecat pada Januari 2025. Sebelum pemecatannya, pelatih asal Portugal ini sempat mengungkapkan ketidakpuasan terkait kurangnya dukungan dari manajemen dalam hal transfer pemain yang sesuai dengan taktiknya.
Menatap Pertandingan di Eropa
Saat ini, Amorim telah memulai babak baru dalam kariernya bersama Milan. Menjelang laga di markas Bournemouth pada matchday ketiga Liga Europa yang akan berlangsung pada Jumat (23/10/2026) dini hari WIB, ia ditanya oleh wartawan Inggris tentang pandangannya mengenai Setan Merah.
“Saya kira yang utama adalah saya di sini sebagai 'Milan allenatore' (pelatih Milan), dan saya harus menghormati itu. Satu-satunya yang bisa saya katakan — tidak ada yang bisa saya katakan soal Manchester United, saya hanya fokus ke klub kami, AC Milan — yang bisa saya katakan adalah apa yang saya katakan ketika gabung Man United: saya cinta klub itu dan perasaan semua orang yang ada di sana, semua yang terjadi tidak mengubah itu,” ungkap Amorim.
Komitmen Penuh untuk Milan
“Jadi itu satu-satunya yang ingin saya katakan. Saya sudah beranjak dan saya ada di klub besar lain dan klub seperti ini, klub saya, AC Milan, ada banyak masalah yang harus diselesaikan, jadi saya fokus ke hidup saya dan kehidupan kami. Karena seperti yang Anda tahu, di setiap klub besar, masalah selalu ada,” tambahnya.
“Jadi saya sungguh fokus ke pekerjaan saya, ke tim saya, ke para pemain saya, ke staf saya, dan tidak ke klub lain. Tidak peduli apa yang terjadi di masa lalu dengan Man United, yang saya katakan ketika saya gabung klub itu masih sama. Saya sangat mencintai klub itu,” tutupnya.