Ryan Garcia berhasil mempertahankan gelar WBC kelas welter setelah menghentikan Conor Benn pada ronde kedua dalam pertarungan yang berlangsung di T Mobile Arena, Las Vegas. Kemenangan ini menjadi pertahanan pertama bagi Garcia sejak ia merebut sabuk WBC dengan mengalahkan Mario Barrios pada bulan Februari yang lalu.
Devin Haney hadir di lokasi untuk menyaksikan pertarungan tersebut, dengan perhatian khusus terhadap penampilan Garcia, mengingat keduanya pernah bertemu pada April 2024. Dalam pertemuan sebelumnya, Garcia berhasil menjatuhkan Haney sebanyak tiga kali dan memenangkan pertarungan melalui keputusan mayoritas. Namun, hasil tersebut kemudian diubah menjadi no contest setelah Garcia dinyatakan positif menggunakan zat terlarang setelah pertandingan.
Analisis Devin Haney terhadap Pertarungan
Setelah lebih dari dua tahun pasca pertarungan kontroversial tersebut, Haney kembali menyaksikan Garcia bertanding di atas ring. Ia menilai bahwa kemenangan Garcia atas Benn sesuai dengan yang ia perkirakan. Menurut Haney, gaya bertarung Benn justru membuatnya berada dalam posisi yang sulit. Meskipun Benn berusaha memberikan tekanan sejak awal, pendekatannya justru membuka celah bagi Garcia yang dikenal memiliki kecepatan dan kekuatan pukulan yang tinggi.
“Saya tidak terkejut. Ryan sangat eksplosif. Conor tidak punya banyak hal untuk ditawarkan. Menurut saya, Conor terlalu berusaha agresif dan pertahanannya tidak cukup baik,” ujar Haney.
Ronde Kedua yang Menentukan
Garcia membuktikan analisis tersebut pada ronde kedua. Setelah Benn berupaya menekan, Garcia menemukan celah dan melancarkan pukulan tangan kanan yang tepat sasaran, menjatuhkan lawannya. Meskipun Benn sempat bangkit dan mencoba melanjutkan pertarungan, Garcia segera meningkatkan tekanan dengan meluncurkan serangkaian pukulan di dekat tali ring. Wasit Thomas Taylor akhirnya menghentikan pertarungan setelah menilai bahwa Benn tidak lagi mampu memberikan perlawanan yang memadai.
Meski kalah dari Garcia, Haney tetap membuka kemungkinan untuk bertanding ulang. Ia menyatakan bahwa pertemuan kedua mereka mungkin baru akan terjadi ketika keduanya berada dalam posisi untuk memperebutkan seluruh gelar dunia. “Kami akan melakukannya untuk gelar juara dunia tak terbantahkan,” kata Haney.
Rencana tersebut membuat perjalanan keduanya di kelas welter semakin menarik. Garcia kini berpeluang mengejar pertarungan melawan Teofimo Lopez yang memegang gelar WBA, sementara Haney dapat berhadapan dengan Liam Paro yang menguasai sabuk IBF. Jika keduanya berhasil mengamankan gelar masing-masing, mereka berpotensi bertemu kembali dalam pertarungan perebutan status juara dunia tak terbantahkan di kelas welter.