Ryan Garcia, pemegang sabuk juara dunia kelas welter WBC, mengungkapkan keyakinannya menjelang pertarungan mempertahankan gelar melawan Conor Benn. Dalam pernyataannya, Garcia berjanji akan mengakhiri perlawanan petinju asal Inggris tersebut dalam lima ronde atau bahkan lebih cepat saat mereka bertemu di Las Vegas pada tanggal 12 September.
Garcia, yang memiliki rekor 25 kemenangan (20 di antaranya melalui KO) dan dua kekalahan, akan mempertaruhkan sabuk WBC-nya melawan Benn yang memiliki catatan 25-1 (14 KO). Pertarungan ini dipromotori oleh Golden Boy Promotions dan Zuffa Boxing di bawah naungan Ring Magazine. Keduanya bertemu untuk pertama kalinya sejak pertarungan diumumkan dalam acara media Zuffa Boxing pada 19 Juli. Ketegangan langsung terasa ketika Garcia dan Benn saling mendekat di atas panggung, hingga harus dipisahkan oleh petugas keamanan untuk menghindari bentrokan fisik.
Prediksi Garcia dan Respon Benn
Setelah situasi mereda, Garcia melontarkan prediksi optimis. Ia menegaskan bahwa kalah dari Benn adalah sesuatu yang tidak bisa diterima, dan bertekad untuk menyelesaikan pertarungan dengan cepat. "Kalau saya sampai kalah dari orang ini, itu akan sangat gila. Dia akan kalah KO dalam lima ronde atau kurang. Terima kasih atas kesempatan ini. Saya akan menghentikannya sebelum ronde keenam," ungkap Garcia.
Menanggapi pernyataan tersebut, Benn mengkritik perjalanan karier Garcia menuju gelar dunia. Ia menyebutkan bahwa Garcia mendapatkan kesempatan untuk merebut sabuk WBC setelah mengalami kekalahan dari Rolando "Rolly" Romero pada tahun 2025. Garcia memang pernah kalah dari Romero sebelum berhasil bangkit dan merebut gelar WBC dengan mengalahkan Mario Barrios pada Februari lalu, yang menjadi salah satu alasan kepercayaan dirinya menghadapi Benn.
Modal Benn dan Ketegangan di Atas Panggung
Di sisi lain, Conor Benn datang dengan dua kemenangan beruntun atas Chris Eubank Jr. dan Regis Prograis. Meskipun ia belum bertarung di kelas welter selama empat tahun terakhir, Benn menegaskan bahwa ia tidak merasa gentar menghadapi sang juara. Ia juga memberikan kritik tajam kepada Garcia, menyebut rivalnya lebih dikenal sebagai figur media sosial ketimbang sebagai petinju sejati. "Dia seperti anak kecil yang dimanjakan. Sedikit-sedikit mengamuk di media sosial. Saya tidak terlalu memikirkan influencer yang berdiri di sebelah saya ini. Dia bukan petarung. Dia boleh mengatakan apa saja, tetapi itu tidak akan membuat perbedaan pada 12 September nanti. Saya tidak pernah menyerah dan tidak akan tetap berlutut," kata Benn.
Acara tersebut juga menarik perhatian karena absennya promotor Garcia, Oscar De La Hoya, sementara CEO Zuffa Boxing, Dana White, hadir untuk memimpin konferensi pers. Hubungan antara De La Hoya dan White diketahui sedang memanas, terutama terkait perbedaan pandangan mengenai Muhammad Ali American Boxing Revival Act. De La Hoya menentang regulasi tersebut, sementara White menjadi salah satu pendukungnya. Ketika ditanya mengenai peran De La Hoya dalam pertarungan Garcia melawan Benn, pihak Garcia mengonfirmasi bahwa Golden Boy Promotions tetap menjadi mitra Ryan Garcia Promotions dalam penyelenggaraan laga perebutan gelar dunia ini.