Shai Gilgeous-Alexander, pemain bintang dari Oklahoma City Thunder, kini berada di ambang pencapaian bersejarah. Ia memiliki kesempatan untuk meraih gelar MVP ketiga secara berturut-turut pada musim NBA 2026-2027, sebuah prestasi yang terakhir kali dicapai empat puluh tahun yang lalu. Hanya ada tiga pemain dalam sejarah NBA yang berhasil mencatatkan three-peat MVP, yaitu Bill Russell, Wilt Chamberlain, dan Larry Bird. Bahkan, legenda-legenda seperti Michael Jordan, LeBron James, Magic Johnson, dan Kareem Abdul-Jabbar belum pernah mencapai prestasi serupa.
Shai, yang berasal dari Kanada, telah meraih penghargaan MVP NBA pada tahun 2025 dan 2026, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terbaik di liga. Meskipun demikian, Shai menekankan bahwa prioritas utamanya adalah membantu Thunder meraih gelar juara, bukan sekadar mengejar penghargaan individu. "Saya harus menjadi pemain terbaik untuk tim ini dan memenangkan banyak pertandingan," ujarnya. "Formula ini berhasil bagi saya, dan saya bersyukur bisa meraih dua MVP berturut-turut. Tak ada yang berubah untuk musim ini," tambahnya.
Performa Gemilang dan Ambisi Tim
Performa luar biasa Shai menjadi salah satu faktor utama yang membuat Thunder kembali diperhitungkan dalam persaingan memperebutkan trofi Larry O’Brien. Dalam dua musim terakhir, ia mencatatkan rata-rata 32 poin per pertandingan, yang merupakan yang tertinggi di NBA. Namun, Shai merasa bahwa dirinya belum mencapai potensi maksimal dan yakin masih bisa berkembang dengan permainan yang lebih lengkap serta kondisi fisik yang lebih baik.
Persaingan Ketat untuk Gelar MVP
Perebutan gelar MVP NBA 2027 diprediksi akan semakin kompetitif. Victor Wembanyama muncul sebagai salah satu pesaing utama Shai, setelah keduanya menjadi finalis pada musim lalu dengan Shai keluar sebagai pemenang dalam perolehan suara. Selain itu, nama-nama besar lainnya seperti Nikola Jokic, Luka Doncic, Giannis Antetokounmpo, Anthony Edwards, dan Jayson Tatum juga siap meramaikan persaingan. Dengan adanya aturan baru yang mengharuskan pemain tampil dalam minimal 65 pertandingan untuk mendapatkan penghargaan individu, faktor kebugaran akan menjadi kunci dalam kompetisi ini.