Shane Mosley Jr segera mengincar lawan selanjutnya setelah meraih kemenangan yang mengesankan pada akhir pekan lalu. Petinju asal California berusia 35 tahun ini berhasil menghentikan mantan juara interim kelas light-middleweight WBC, Serhii Bohachuk, pada ronde keenam dalam pertarungan yang berlangsung di Meta Apex, Las Vegas, Nevada, pada hari Minggu. Kemenangan ini menjadi penampilan perdana Mosley setelah mengalami kekalahan dari Jesus Ramos pada bulan Juni tahun lalu, yang merupakan kekalahan kelimanya dalam karier profesional setelah gagal merebut gelar interim kelas menengah WBC.
Dengan bangkitnya semangatnya melalui kemenangan TKO atas Bohachuk, Mosley kini membidik lawan besar berikutnya. Ia secara terbuka menantang bintang muda asal Irlandia, Callum Walsh, yang dikenal sebagai salah satu prospek paling menjanjikan dalam dunia tinju dalam beberapa tahun terakhir.
Tantangan Terbuka untuk Callum Walsh
Dalam wawancara setelah pertarungan, Mosley tidak ragu menyebut Walsh sebagai target utamanya. Ia menyatakan kesiapannya untuk menunggu kesempatan bertanding melawan petinju yang belum pernah kalah tersebut. “Ada seorang petarung yang tampil di kartu perdana Zuffa sebagai laga utama. Namanya Callum Walsh. Di mana dia? Saya tak sabar menjadi raja. Saya tak sabar menjadi raja, ayo!” ungkap Mosley.
Ia menambahkan, “Saya tahu dia akan bertarung lagi. Setelah itu selesai, ayo. Kalau saya harus naik ring lebih dulu sebelum itu, saya siap. Tapi saya ingin Callum Walsh. Jika bisa diwujudkan berikutnya, mari kita jalankan. Jika harus menunggu sedikit, saya juga siap.”
Perkembangan di Dunia Tinju
Walsh terakhir kali bertanding pada bulan Januari lalu, di mana ia meraih kemenangan mutlak atas petinju Meksiko, Carlos Ocampo, dalam laga utama ajang perdana Zuffa di Las Vegas. Kehadiran Zuffa dalam dunia tinju telah menarik perhatian publik secara global. Dalam beberapa bulan terakhir, promotor ini telah merekrut sejumlah nama besar, termasuk petinju Inggris Conor Benn yang baru saja mengalahkan mantan juara dunia kelas super-lightweight, Regis Prograis.