Logo
Sepakbola

Shin Tae-yong: Persija Tak Layak Dihukum Pengurangan Poin

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menegaskan bahwa klubnya tidak seharusnya menerima sanksi pengurangan poin akibat tindakan suporter. Ia menyebutkan bahwa regulasi FIFA tidak mengatur hal terse...

A
Atha Aziz
21 October 2026 22 pembaca
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, bersama Nadeo Argawinata(KOMPAS.com/Pratama Yudha)
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, bersama Nadeo Argawinata(KOMPAS.com/Pratama Yudha)

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyatakan bahwa timnya tidak layak mendapatkan hukuman pengurangan poin akibat tindakan suporter. Menurutnya, tidak ada ketentuan dalam regulasi FIFA yang menyatakan bahwa klub harus menanggung sanksi akibat kerusuhan yang melibatkan suporter. Hukuman pengurangan poin hanya dapat diterapkan jika klub terlibat dalam pelanggaran berat, seperti pengaturan skor.

"Sebenarnya, mengenai pengurangan poin, sebagaimana regulasi yang selalu ditekankan oleh FIFA, sanksi pengurangan poin itu biasanya baru dijatuhkan apabila ada pelanggaran berat seperti pengaturan skor (match-fixing)," ungkap pelatih berusia 56 tahun tersebut dalam konferensi pers menjelang pertandingan antara Persija Jakarta dan Arema FC di Persija Training Ground, Sawangan, pada Selasa (20/10/2026).

Shin Tae-yong menambahkan, "Setahu saya, menurut aturan yang ada, tidak ada regulasi pengurangan poin hanya karena suporter datang lalu membuat masalah. Untuk kasus seperti itu, seharusnya pihak otoritas/penegak hukum yang memberikan sanksi tegas." Pernyataan ini muncul setelah beredarnya kabar di media sosial bahwa Persija berpotensi mendapat sanksi pengurangan poin. Kabar tersebut muncul setelah oknum The Jakmania menyerang bus tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung dan terjadinya kericuhan antara suporter di laga Persita Tangerang melawan Persija di Banten International Stadium (BIS), Serang, akhir pekan lalu.

Regulasi dan Sanksi

Mantan pelatih Timnas Indonesia ini menegaskan bahwa tidak ada hukuman tertulis mengenai pengurangan poin terkait keributan suporter. Regulasi Komite Disiplin (Komdis) PSSI menyatakan bahwa klub akan dikenakan sanksi jika kerusuhan terjadi di ring 1 dan ring 2 stadion, namun hukumannya bukan berupa pengurangan poin, melainkan denda uang dan larangan menyaksikan pertandingan baik di kandang maupun tandang.

Shin Tae-yong juga mengajak para suporter untuk bersikap dewasa saat mendukung tim kesayangannya di stadion. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan, tetapi menekankan pentingnya memberikan dukungan secara positif dan menghindari konflik dengan suporter tim lain. "Terkait hal ini, ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan kepada para penggemar kami, kami sangat berterima kasih karena suporter datang dan mendukung kami dengan penuh semangat," ucapnya.

Ia menambahkan, "Namun, jika insiden seperti itu terus terjadi dan PSSI terpaksa menerapkan sanksi pertandingan tanpa penonton, sangat disayangkan para pencinta sepak bola akhirnya tidak bisa menyaksikan pertandingan secara langsung di stadion." Jika kerusuhan terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh klub, tetapi juga suporter yang berpotensi dilarang mendukung timnya di stadion.

Panggilan untuk Dukungan Positif

Shin Tae-yong mengingatkan para suporter yang sangat bersemangat untuk menahan diri dan fokus memberikan dukungan positif agar para pemain dapat tampil lebih baik. "Sekali lagi saya mengimbau, jika kerusuhan terjadi, sudah pasti potensi sanksi laga tanpa penonton akan bertambah, dan semakin banyak suporter yang tidak bisa menonton. Tolong perhatikan hal tersebut," tegasnya.

Sementara itu, kiper Persija, Nadeo Argawinata, mengungkapkan kesedihannya melihat kericuhan antara suporter yang terjadi belakangan ini. Namun, ia menegaskan bahwa sebagai pemain, fokusnya adalah memberikan yang terbaik untuk tim demi meraih tiga poin di setiap pertandingan. "Kami sebagai pemain, saya rasa coach Shin juga, pada waktu itu kami tidak tahu kejadiannya seperti apa. Kami hanya melihat di berita. Jadi, ketika mendengar itu, pastinya kami merasa sangat sedih. Kami tidak menyangka hal seperti itu akan terjadi," jelas Nadeo.

Ia menambahkan, "Masalah-masalah itu sudah ada yang menangani, pihak-pihak yang berwenang dan bertanggung jawab. Kita percayakan saja kepada mereka." Selanjutnya, Persija akan menjamu Arema FC pada lanjutan pekan keenam Super League 2026-2027, yang akan berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, pada Rabu (21/10/2026).

Artikel Terkait