Dalam dunia tinju, Taylor Bevan menunjukkan keyakinan bahwa bergabung dengan pelatih berpengalaman Jamie Moore dan Nigel Travis adalah langkah yang tepat menjelang pertarungan krusial melawan Ryszard Lewicki. Petinju berusia 25 tahun ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan sejak beralih ke profesional, namun pertarungan melawan Lewicki dianggap sebagai tantangan terbesar yang pernah dihadapinya, mengingat lawan tersebut lebih berpengalaman dan ia akan menjalani pertarungan 10 ronde untuk pertama kalinya.
Untuk meningkatkan kemampuannya, Bevan memutuskan untuk meninggalkan Southampton, kampung halamannya, dan pindah ke Manchester guna berlatih di gym yang dipimpin oleh Moore dan Travis. Ia merasakan bahwa keputusan tersebut berdampak besar terhadap perkembangan kariernya. "Mereka memiliki pengalaman luar biasa dan banyak petinju berkualitas di gym. Saya bisa belajar dari petinju yang sudah lebih jauh dalam perjalanan karier mereka," ungkap Bevan.
Manfaat dari Sparring Berkualitas
Selain mendapatkan bimbingan dari dua pelatih ternama, Bevan juga menikmati keuntungan dari kualitas sparring yang lebih baik. Dalam beberapa pekan terakhir, ia berlatih bersama Callum Simpson, salah satu petinju super middleweight terbaik di Inggris saat ini. Bevan merasa mendapatkan manfaat besar dari sesi latihan tersebut, bahkan ia menjalani dua sesi sparring masing-masing delapan ronde melawan Simpson sebagai bagian dari persiapannya. "Saya rasa sulit menemukan lawan sparring yang lebih baik. Pengalaman itu membuat saya semakin percaya diri menghadapi pertarungan berikutnya," tambahnya.
Pertarungan yang Dinantikan
Pertarungan melawan Lewicki dijadwalkan berlangsung di St Mary's Stadium, Southampton, sebagai bagian dari undercard pertarungan utama antara Ryan Garner dan Michael Magnesi. Meskipun Bevan memiliki rekor sempurna dengan delapan kemenangan dan delapan knockout, ia tidak terobsesi untuk meraih kemenangan cepat. Sebaliknya, ia melihat duel 10 ronde sebagai peluang berharga untuk menambah pengalaman. "Saya tidak akan kecewa jika pertarungan berlangsung sampai ronde terakhir. Cepat atau lambat saya memang harus menjalani pertarungan jarak penuh, jadi kenapa tidak sekarang," jelasnya.
Bevan juga berpendapat bahwa kesuksesannya dalam meraih banyak kemenangan knockout bukan hanya karena kekuatan pukulan, tetapi juga berkat kecerdasannya dalam membaca celah lawan dan kemampuan teknis yang dibangunnya sejak menjadi petinju amatir. Dengan dukungan dari publik tuan rumah dan persiapan yang matang, Taylor Bevan berharap dapat melewati ujian terbesar dalam karier profesionalnya dan semakin mendekat ke level elite tinju Inggris.