Minnesota Timberwolves memulai musim 2026-2027 dengan tampilan yang berbeda. Selain kehadiran sejumlah pemain muda yang menarik perhatian, tim ini juga mengalami pengurangan jumlah veteran yang sebelumnya menjadi pilar dalam menjaga keseimbangan di ruang ganti.
Pelatih Timberwolves, Chris Finch, memilih untuk membiarkan perubahan ini terjadi. Ia berpendapat bahwa sudah saatnya para pemain yang telah lama berkarier di NBA untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam kepemimpinan tim. Dalam sebuah wawancara dengan Britt Robson dari MinnPost, Finch menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk tidak merekrut banyak veteran. Ia percaya bahwa Anthony Edwards dan Jaden McDaniels siap untuk mengambil peran utama dalam tim.
Pentingnya Mandiri dalam Kepemimpinan
“Pendekatan saya terhadap Ant, Jaden, atau pemain sejenis mereka adalah jika kita ingin mengurangi ketergantungan dan membiarkan mereka mandiri, maka kita harus melakukannya sepenuhnya,” ungkap Finch. Ia melihat bahwa Edwards dan McDaniels telah mencapai tahap dalam karier mereka di mana mereka perlu mulai menginisiasi kepemimpinan dengan cara mereka sendiri.
McDaniels, yang kini memasuki musim ketujuh di NBA, dianggap memiliki karakter yang sesuai untuk peran kepemimpinan. Finch menilai bahwa McDaniels telah menunjukkan kualitas yang menjadikannya layak disebut pemimpin. Ia dikenal sebagai sosok yang konsisten, profesional, dan selalu mendukung rekan-rekannya, bahkan berani menjadi suara vokal yang berpengaruh dalam tim. “Menurut saya, pada akhirnya Anda harus memimpin dengan memberi contoh. Saya akan memasukkannya dalam kategori pemimpin tim. Rekan-rekannya tahu apa yang memotivasi Jaden. Mereka melihat konsistensinya dalam bersikap, serta usaha dan profesionalismenya yang selalu tampak,” jelas Finch.
Menjaga Identitas dalam Kepemimpinan
Hal yang sama juga berlaku bagi Edwards. Finch menegaskan bahwa Ant Man tidak perlu meniru gaya kepemimpinan dari Mike Conley atau Joe Ingles, dua veteran yang sebelumnya memiliki peran penting di ruang ganti. “Ant harus memimpin dengan kepribadiannya sendiri. Selalu ada ruang bagi semua pemain untuk berkembang. Memang, kami kehilangan banyak pengalaman dan kecerdasan bermain basket dari kepergian mereka,” tambahnya.
Kehadiran pemain muda berbakat seperti LaMelo Ball dan Jonathan Kuminga semakin menambah dinamika tim. Dengan berkurangnya veteran dalam skuad, tanggung jawab untuk menjaga atmosfer di ruang ganti kini lebih besar di tangan para pemain inti.