Logo
Basket

Xavi Pascual Berbagi Pandangan Terkait Kepergiannya dari Barcelona

Xavi Pascual, pelatih baru Dubai Basketball, mengungkapkan alasan di balik kepergiannya dari Barcelona setelah 54 tahun usianya, menjelaskan berbagai faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

E
Elvira Adhitama
13 September 2026 4 pembaca
Xavi Pascual Buka Suara Mengenai Tinggalkan Barcelona
Xavi Pascual Buka Suara Mengenai Tinggalkan Barcelona

Xavi Pascual, yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-54, kini memulai perjalanan ketiganya sebagai pelatih di luar Barcelona. Setelah sebelumnya melatih Panathinaikos dan Zenit, Pascual kini bergabung dengan Dubai Basketball. Klub ini memiliki ambisi yang tinggi; di tahun kedua partisipasinya di EuroLeague, mereka telah berhasil meraih tempat di kompetisi baru *Super Cup* tingkat kontinental dan menargetkan untuk mencapai *Final Four* pada bulan Mei mendatang.

Target ambisius ini tampaknya sejalan dengan komposisi tim yang diperkuat oleh sejumlah pemain berbakat seperti Džanan Musa, McKinley Wright IV, Dwayne Bacon, Filip Petrušev, dan Mfioundu Kabengele. Selain itu, klub juga melakukan langkah agresif di bursa transfer musim panas ini dengan mendatangkan Mamadi Diakate, Tornike Shengelia, Jaron Blossomgame, Elie Okobo, hingga Thomas Walkup, yang berhasil direkrut setelah bersaing ketat dengan juara bertahan, Olympiacos.

Pernyataan Pascual Mengenai Barcelona

Dalam kesempatan pertama untuk berbicara mengenai Barcelona Basket setelah kepergiannya, Pascual menyampaikan pandangannya dalam program *Supplement* di Catalunya Radio bersama Roger Escapa. Ia menyatakan, "Ada banyak faktor di balik kepergian saya; hal-hal yang sensitif turut berperan. Seiring berjalannya waktu, kita memiliki sudut pandang sendiri begitu pula orang lain, dan terkadang, betapapun kerasnya kita mencoba menjelaskan sesuatu, hal itu tidak berubah. Begitulah hidup. Saya merasa tanggung jawab saya sebagai pemain Barcelona adalah untuk pergi pada saat itu—di tengah situasi yang sangat pelik bagi seluruh klub."

Lebih lanjut, Pascual mengungkapkan, "Hal itu berat bagi saya karena, di sisi lain, saya merasa itu bukan waktu yang tepat. Lalu saya melihat bagaimana klub beroperasi saat ini dan bagaimana saya memandang masa depannya... dan saya menyadari bahwa itu bukan tempat yang tepat bagi saya. Saya merasa tidak bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya menurut pandangan saya. Ini bukan salah siapa pun; sebagai pribadi, saya telah berkembang dengan cara tertentu dan menjadi diri saya yang sekarang, begitu pula dengan klub."

Refleksi dan Harapan Pascual

Ia menambahkan, "Pada akhirnya, ini sama seperti pekerjaan lainnya: jika ingin melakukannya dengan baik, Anda harus merasa bahwa inilah pekerjaan yang Anda inginkan, dan perusahaan juga harus merasa bahwa merekalah yang menginginkan Anda untuk mengerjakannya." Pascual juga menyatakan, "Segala hal telah dipertimbangkan, dan saya merasa itu bukan tempat yang tepat bagi saya. Saya ingin melakukannya sesegera mungkin agar tidak memengaruhi masa depan tim, sehingga klub memiliki waktu untuk menentukan arah langkahnya. Kami berusaha melakukannya dengan baik, dengan cara terbaik dan paling jujur, namun terkadang hasilnya tidak sesuai harapan."

Artikel Terkait